Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tulang Ramalan dari Cina Kuno: Cangkang Kura-Kura dan Tulang Sapi yang Dipakai untuk Meramal Nasib

Richard Lawongan • Minggu, 20 April 2025 | 23:58 WIB

Cangkang kura-kura yang diukir dengan aksara Tionghoa dari Tiongkok kuno.
Cangkang kura-kura yang diukir dengan aksara Tionghoa dari Tiongkok kuno.

RADARPAPUA -
Tulang ramalan atau oracle bones adalah benda kuno dari Cina yang dibuat dari cangkang kura-kura atau tulang bahu sapi. Benda ini digunakan oleh orang-orang Cina kuno untuk meramal masa depan.

Benda ini dibuat sekitar 3.250 tahun yang lalu, pada zaman Dinasti Shang, salah satu kerajaan tertua di Cina. Tulang ramalan ditemukan di kota kuno bernama Anyang, yang sekarang ada di Provinsi Henan, Cina.

Caranya, orang dulu menulis pertanyaan di tulang atau cangkang, lalu memanaskannya sampai retak. Setelah itu, mereka membaca bentuk retakan itu untuk mencari jawaban atau petunjuk masa depan.

Tulang-tulang ini tidak hanya satu atau dua—para ahli sudah menemukan sekitar 13.000 tulang seperti ini! Bahkan, tulangnya bisa dipakai berkali-kali sampai penuh dengan tulisan.

Menariknya, tulisan kuno yang ada di tulang ramalan ini adalah bentuk awal dari tulisan Cina yang sekarang. Dari sekitar 5.000 huruf yang ada di tulang ini, banyak yang masih digunakan sampai hari ini.

Pada awalnya, orang-orang di abad ke-19 tidak tahu bahwa ini benda penting. Mereka mengira itu "tulang naga" dan menggilingnya untuk dijadikan obat. Tapi akhirnya para ahli menemukan bahwa tulang-tulang ini sangat berharga untuk mengetahui sejarah Cina.

Ada juga laporan bahwa tulang seperti ini mungkin sudah ada sebelum Dinasti Shang, bahkan ada yang mengatakan sejak 8.600 tahun lalu! Tapi sebagian ahli meragukan hal itu karena tidak ada bukti kuat.

Dengan mempelajari tulang-tulang ini, para ahli bisa tahu bagaimana cara hidup orang dulu, termasuk siapa saja anggota keluarga kerajaan Shang dan bagaimana mereka mencari jawaban atas masalah mereka. (*)

Editor : Richard Lawongan
#tulang #Ramalan