Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Tengkorak Lengkap Bastetodon Syrtos, Predator Puncak Purba yang Mengubah Pemahaman Kita tentang Ekosistem Afrika Kuno

Via Ponamon • Selasa, 22 April 2025 | 14:58 WIB

Tengkorak (Martin Harvey//Getty Images https://www.popularmechanics.com/
Tengkorak (Martin Harvey//Getty Images https://www.popularmechanics.com/

 

RADARPAPUA – Ilmuwan telah menemukan tengkorak hampir utuh dari Bastetodon syrtos, predator puncak purba yang hidup sekitar 30 juta tahun lalu selama Epoh Oligosen di Mesir.

Penemuan ini terjadi di Depresi Fayum, sebuah situs paleontologi terkenal yang menyimpan jejak kehidupan purba.

Bastetodon syrtos adalah anggota kelompok Hyaenodonta, kelompok mamalia karnivora yang hampir punah.

Predator ini memiliki gigi taring besar yang menunjukkan kemampuannya dalam merobek daging dan menghancurkan tulang.

Diperkirakan, Bastetodon syrtos memangsa berbagai hewan besar seperti hyrax, gajah purba, hipopotamus awal, dan bahkan nenek moyang manusia yang mirip monyet.

Penemuan tengkorak ini terjadi secara tidak sengaja. Tim peneliti dari Universitas Mansoura dan Universitas Amerika Kairo hampir menyelesaikan pekerjaan mereka ketika seorang anggota tim melihat gigi besar yang menonjol dari tanah.

Baca Juga: Mumi Kucing Bertaring Panjang Ditemukan di Rusia Menawarkan Wawasan Baru tentang Kehidupan Fauna Prasejarah

Temuan ini menandai awal dari penemuan luar biasa yang memberikan wawasan baru tentang predator puncak purba.

Penemuan ini juga memungkinkan para ilmuwan untuk menganalisis kembali spesimen Hyaenodonta lainnya, seperti Sekhmetops, yang awalnya dianggap berasal dari Eropa.

Studi terbaru menunjukkan bahwa baik Bastetodon syrtos maupun Sekhmetops menyebar dari Afrika ke hampir setiap benua di dunia melalui beberapa gelombang migrasi.

Sayangnya, kelompok Hyaenodonta mengalami penurunan keanekaragaman genetik dan akhirnya punah pada akhir Miosen, digantikan oleh predator puncak baru, termasuk nenek moyang kucing besar dan hyena modern.

Penemuan tengkorak Bastetodon syrtos ini memberikan wawasan penting tentang ekosistem Afrika kuno dan evolusi mamalia karnivora.

Temuan ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang bagaimana predator purba ini berinteraksi dengan lingkungan dan spesies lain pada masa itu.(RP)

 

Sumber : popularmechanics.com

Editor : Via Ponamon
#Fayum #predator puncak purba #penemuan fosil #Hyaenodonta #Mesir #ekosistem Afrika kuno #Bastetodon syrtos