Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Langka Berusia 444 Juta Tahun Ditemukan di Afrika Selatan dengan Jaringan Lunak yang Masih Utuh

Via Ponamon • Rabu, 23 April 2025 | 09:34 WIB

Fosil (Layne Kennedy//Getty Images)
Fosil (Layne Kennedy//Getty Images)

RADARPAPUA - Sebuah penemuan luar biasa di Afrika Selatan telah mengungkap fosil makhluk laut berusia 444 juta tahun dengan jaringan lunak yang terawetkan secara sempurna.

Fosil ini, yang dijuluki 'Sue' oleh penemunya, Profesor Sarah Gabbott dari Universitas Leicester, menawarkan wawasan langka tentang struktur internal organisme dari era Ordovisium.

Fosil 'Sue', secara resmi dinamai Keurbos susanae, ditemukan di formasi batuan Soom Shale, sekitar 400 kilometer utara Cape Town.

Area ini dikenal karena kondisi anoksik yang mendukung pelestarian fosil. Namun, yang membuat 'Sue' istimewa adalah pelestarian jaringan lunaknya—otot, tendon, dan organ dalam—dalam detail yang menakjubkan, sementara bagian luarnya seperti kepala dan kaki telah hilang akibat peluruhan selama jutaan tahun.

Profesor Gabbott menjelaskan bahwa pelestarian unik ini kemungkinan disebabkan oleh lingkungan kaya hidrogen sulfida yang melarutkan bagian luar tubuh, sementara mineral kalsium fosfat mengawetkan bagian dalamnya.

"Sue’ adalah keajaiban tanpa kepala dan kaki, dengan bagian dalam yang terawetkan seperti kapsul waktu mineral," katanya.

Baca Juga: Penemuan Tengkorak Lengkap Bastetodon Syrtos, Predator Puncak Purba yang Mengubah Pemahaman Kita tentang Ekosistem Afrika Kuno

Penemuan ini merupakan hasil dari penelitian selama 25 tahun oleh Profesor Gabbott, yang mendedikasikan sebagian besar kariernya untuk mempelajari fosil ini.

Nama 'Sue' diberikan sebagai penghormatan kepada ibunya, yang selalu mendukung minatnya dalam paleontologi.

Fosil ini memberikan informasi berharga tentang evolusi arthropoda laut, kelompok hewan yang mencakup sekitar 85% dari semua spesies hewan saat ini, termasuk serangga, krustasea, dan arakhnida.

Pelestarian jaringan lunak dalam fosil sangat jarang terjadi, menjadikan 'Sue' sebagai temuan yang sangat penting dalam memahami struktur dan evolusi organisme purba.

Meskipun 'Sue' memberikan wawasan mendalam tentang anatomi internal, ketiadaan bagian luar tubuh membuatnya sulit untuk diklasifikasikan secara pasti dalam pohon evolusi.

Namun, penemuan ini tetap menjadi tonggak penting dalam studi paleontologi, menunjukkan bahwa bahkan setelah ratusan juta tahun, masih ada banyak yang bisa dipelajari dari fosil-fosil yang terawetkan dengan baik.

Studi lengkap tentang 'Sue' telah dipublikasikan dalam jurnal Palaeontology, menandai kontribusi signifikan dalam pemahaman kita tentang kehidupan laut purba dan proses pelestarian fosil.(RP)

Sumber : popularmechanics.com​

Editor : Via Ponamon
#pelestarian jaringan lunak #Fosil Sue #paleontologi #Afrika Selatan #Keurbos susanae