RADARPAPUA - Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di puncak piramida terbesar di San Isidro, El Salvador. Saat menggali situs kuno tersebut, tim arkeolog internasional menemukan lima patung tanah liat kuno yang menyerupai boneka.
Berdasarkan analisis, boneka tersebut berasal dari sekitar tahun 400 SM dan diyakini memiliki fungsi penting dalam ritual budaya masyarakat pra-Kolumbus di wilayah tersebut.
Uniknya, boneka-boneka ini tidak sekadar patung biasa. Dengan tinggi antara 10 hingga 30 sentimeter, masing-masing dilengkapi lubang di leher yang memungkinkan kepala mereka digerakkan menggunakan tali.
Hal ini menunjukkan bahwa boneka-boneka tersebut kemungkinan besar digunakan dalam pertunjukan boneka ritual, mirip dengan wayang.
Tiga di antaranya bahkan dapat berdiri tegak tanpa bantuan.
Menurut Jan Szymanski, arkeolog dari Universitas Warsawa, ekspresi wajah boneka menjadi sorotan utama.
“Ekspresi mereka berubah tergantung dari sudut pandang—menyeringai dari atas, marah dari depan, hingga tampak takut dari bawah. Ini desain yang sangat sengaja dibuat, untuk menciptakan efek dramatis dalam ritual,” ujarnya.
Boneka-boneka ini dikenal sebagai "Bolinas", dan penemuan mereka memberikan wawasan baru mengenai praktik budaya kuno di wilayah tersebut.
Masing-masing memiliki detail wajah yang luar biasa, beberapa dengan mulut terbuka dan lidah terlihat.
Ada juga aksesori seperti gelang dan kalung yang dipahat langsung ke tanah liat, memperkuat dugaan bahwa boneka ini pernah dipakaikan kostum atau hiasan tambahan.
Penemuan ini menjadi lebih penting karena lokasi penemuan berada di konteks pemakaman, serta ditemukan bersama artefak lain seperti liontin batu giok dari Nikaragua, Kosta Rika, dan Panama.
Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat San Isidro memiliki jaringan perdagangan dan budaya yang luas, jauh dari kesan terisolasi.
Penulis studi yang diterbitkan dalam jurnal Antiquity menyebut bahwa meskipun makna asli boneka-boneka ini mungkin telah hilang dimakan waktu, namun bentuk, ekspresi, dan konteks penemuan mereka tetap memberi petunjuk kuat akan struktur sosial dan kebudayaan masa itu.
Bahkan boneka-boneka ini juga memiliki kemiripan dengan patung yang ditemukan di situs Tak'alik Ab'aj di Guatemala, menunjukkan adanya kesamaan gaya dan fungsi dalam kawasan yang lebih luas di Amerika Tengah.
Szymanski menutup penjelasannya dengan satu kalimat kuat: “Mereka bukan sekadar benda mati, tapi aktor tanah liat yang membawa cerita masa lalu dan saat kita melihat mereka, kadang rasanya seperti mereka hidup kembali.” (Sil)
Editor : Prisilia Rumengan