RADARPAPUA - Tim arkeolog dari Korean Archaeology Institute dan National Authority for the Protection of Cultural Heritage Korea Utara baru-baru ini menemukan sebuah patung Buddha kuno di situs arkeologi Yakjon-ri, Provinsi Phyongan Utara.
Patung setinggi 1,7 meter ini diyakini berasal dari awal Dinasti Goryeo (918–1392 M), periode yang dikenal sebagai masa keemasan Buddhisme di Korea.
Patung tersebut menggambarkan Buddha Amitābha, sosok penting dalam aliran Buddhisme Mahayana, khususnya dalam ajaran Tanah Suci (Pure Land).
Dalam tradisi ini, Amitābha dipercaya sebagai Buddha yang memimpin Sukhavati, sebuah alam suci tempat para makhluk dapat terlahir kembali untuk mencapai pencerahan tanpa gangguan duniawi.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang praktik keagamaan dan seni selama Dinasti Goryeo.
Pada masa itu, seni religius berkembang pesat, didukung oleh patronase dari keluarga kerajaan dan aristokrasi.
Baca Juga: Penemuan Penting di Austria Benteng Romawi Kuno Ungkap Strategi Militer dan Ekonomi Kekaisaran
Proyek-proyek keagamaan, dikenal sebagai Bulsa, mencakup pembangunan kuil, pembuatan patung, lukisan, manuskrip iluminasi, keramik, dan barang-barang lak.
Para bangsawan mendanai proyek-proyek ini sebagai bentuk pengabdian spiritual dan untuk memastikan kesejahteraan di kehidupan sekarang dan setelahnya.
Patung Buddha Amitābha yang ditemukan ini memiliki ciri khas posisi tangan dan ekspresi wajah yang menunjukkan meditasi dan kedamaian.
Meskipun biasanya Amitābha digambarkan bersama dua bodhisattva pendamping, Avalokiteśvara dan Mahāsthāmaprāpta, patung ini ditemukan sendirian.
Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan arkeolog tentang kemungkinan keberadaan patung-patung pendamping yang hilang atau belum ditemukan.
Para peneliti berharap penemuan ini dapat membuka jalan untuk studi lebih lanjut tentang seni dan praktik keagamaan di Korea selama Dinasti Goryeo.
Selain itu, temuan ini juga menyoroti pentingnya konservasi dan penelitian arkeologi di wilayah yang sebelumnya kurang dieksplorasi.(RP)
Sumber : popularmechanics.com
Editor : Via Ponamon