Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dua Juta Tahun di Luar Angkasa, Meteorit 'Bola Lumpur' Ini Akhirnya Jatuh Utuh di Hutan Kosta Rika

Richard Lawongan • Kamis, 24 April 2025 | 23:53 WIB

Fragmen seberat 146 gram dari jatuhnya meteorit Aguas Zarcas.
Fragmen seberat 146 gram dari jatuhnya meteorit Aguas Zarcas.

RADARPAPUA -
Pada tahun 2019, sebuah meteorit atau batu luar angkasa jatuh di Kosta Rika, dekat kota kecil bernama Aguas Zarcas. Tapi, batu ini sangat istimewa. Para ilmuwan menyebutnya "bola lumpur" karena isinya banyak mengandung air.

Biasanya, meteorit yang jatuh ke Bumi sudah banyak rusak karena tabrakan di luar angkasa. Tapi meteorit ini masih sangat utuh. Para ilmuwan terkejut karena mengira batu seperti ini akan mudah hancur saat masuk ke atmosfer Bumi. Tapi ternyata tidak.

Meteorit ini masuk ke atmosfer Bumi dengan sudut yang sangat curam, hampir lurus ke bawah, dan sangat cepat—sekitar 14,6 kilometer per detik. Karena sudutnya curam, batu ini hanya melewati sedikit atmosfer, jadi tidak terlalu terbakar dan banyak bagian yang tetap utuh saat jatuh ke tanah.

Batu ini meledak di langit sekitar 25 kilometer di atas tanah dan terlihat sebagai kilatan cahaya terang. Satelit NASA dan NOAA (badan cuaca AS) melihat kilatan ini dari luar angkasa.

Setelah itu, para pemburu meteorit dan relawan menemukan potongan-potongan batu ini di hutan dan padang rumput Kosta Rika. Bentuknya bulat-bulat dan berwarna unik, bahkan ada yang berkilau kebiruan. Permukaannya terlihat meleleh, seperti kaca, karena terbakar saat masuk ke atmosfer.

Ilmuwan juga menemukan bahwa batu ini sudah mengelilingi luar angkasa selama dua juta tahun sebelum akhirnya jatuh ke Bumi. Batu ini berasal dari asteroid besar di bagian luar sabuk asteroid—daerah penuh batu-batu luar angkasa antara planet Mars dan Jupiter.

Meteorit ini dianggap sebagai penemuan besar, karena berat total batu yang ditemukan mencapai 27 kilogram, dan ini adalah meteorit jenis ini terbesar sejak tahun 1969, saat meteorit serupa jatuh di Murchison, Australia.

Seorang ilmuwan dari Kosta Rika berkata, "Jatuhnya meteorit Aguas Zarcas adalah peristiwa besar. Ini seperti langkah kecil bagi manusia, tapi lompatan besar bagi ilmu meteorit." (*)

Editor : Richard Lawongan
#hutan #luar angkasa #Kosta Rika #Meteroit