RADARPAPUA – Sebuah penemuan arkeologi di Motala, Swedia, telah mengungkap sebuah antler rusa berusia sekitar 7.500 tahun yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi.
Antler ini ditemukan di situs pemukiman Zaman Batu Strandvägen, yang dikenal sebagai pusat aktivitas kelompok pemburu-pemancing-pengumpul antara tahun 5800 hingga 5000 SM.
Antler tersebut awalnya dihaluskan dan dihiasi dengan ukiran dangkal, yang kemudian dihapus dan digantikan dengan motif baru berupa garis-garis diagonal yang diisi dengan zat berwarna gelap mirip tar. Menurut Prof.
Lars Larsson dari Universitas Lund dan Fredrik Molin dari Museum Sejarah Nasional Swedia, perubahan motif ini menunjukkan bahwa antler tersebut memiliki peran penting dalam ritual atau simbolisme masyarakat pada masa itu.
Baca Juga: Gua Terpencil di Big Bend Menyimpan Rahasia Teknik Berburu Kuno dengan Panah Beracun
Setelah digunakan sebagai gagang kapak, antler ini mengalami kerusakan dan kemudian diubah menjadi harpun.
Transformasi ini menunjukkan adaptasi dan pemanfaatan kembali alat oleh masyarakat Zaman Batu.
Antler tersebut akhirnya ditemukan bersama dengan lebih dari 1.400 artefak lainnya, termasuk bagian tengkorak manusia, tulang hewan yang diukir, dan bilah kapak batu, yang semuanya diletakkan di atas platform batu di tepi pemukiman, mengarah ke Laut Baltik.
Penemuan ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan spiritual dan praktik ritual masyarakat Zaman Batu di Swedia.
Penggunaan antler rusa sebagai alat multifungsi dan objek ritual menunjukkan kompleksitas budaya dan kepercayaan mereka.
Studi ini juga menyoroti pentingnya artefak dalam memahami sejarah manusia dan evolusi budaya.(RP)
Sumber : popularmechanics.com
Editor : Via Ponamon