Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Bima Sakti dalam Seni Kuno Mesir: Sosok Dewi Langit Nut Diungkap

Prisilia Rumengan • Kamis, 1 Mei 2025 | 19:41 WIB

Sketsa kosmologi Nut pada peti mati luar Nesitaudjatakhet dalam koleksi Museum Arkeologi Odessa OAM 52976 (C107).
Sketsa kosmologi Nut pada peti mati luar Nesitaudjatakhet dalam koleksi Museum Arkeologi Odessa OAM 52976 (C107).

RADARPAPUA - Dr. Or Graur, astrofisikawan dari University of Portsmouth, mengungkap kemungkinan penggambaran galaksi Bima Sakti dalam seni kuno Mesir melalui analisis visual dewi langit, Nut. Penelitiannya memadukan astronomi dan Egyptologi, dan dipublikasikan dalam Journal of Astronomical History and Heritage.

Nut kerap digambarkan sebagai wanita telanjang melengkung, tubuhnya dipenuhi bintang atau cakram matahari, melambangkan langit yang menaungi bumi. Ia menelan matahari saat terbenam dan melahirkannya kembali saat terbit, mewakili siklus harian matahari.

Dalam salah satu peti mati kuno milik Nesitaudjatakhet, Nut digambarkan dengan lekukan hitam berombak yang melintasi tubuhnya. Di atas dan bawah lekukan itu, bintang-bintang dilukis dalam jumlah seimbang—visual yang mirip dengan jalur gelap Bima Sakti yang dikenal sebagai Great Rift.

Kemiripan ini mendorong Dr. Graur untuk menafsirkan lekukan tersebut sebagai representasi visual Bima Sakti. Lekukan serupa juga ditemukan di makam para firaun seperti Ramesses VI dan Seti I di Lembah Para Raja, memperkuat temuannya.

Namun, ia menegaskan bahwa Nut bukanlah representasi langsung dari Bima Sakti. Galaksi itu hanya menjadi salah satu unsur langit yang menghiasi tubuh Nut, bersama matahari dan bintang-bintang, dalam perannya sebagai langit.

Dalam studi sebelumnya tahun 2024, Dr. Graur menggunakan teks-teks kuno seperti Pyramid Texts dan Book of Nut serta simulasi langit malam Mesir. Ia berhipotesis bahwa Bima Sakti menyoroti lengan Nut saat musim dingin dan punggungnya saat musim panas.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang untuk mengkaji mitologi Bima Sakti lintas budaya. Inspirasi awalnya muncul dari museum yang ia kunjungi bersama anak-anaknya, yang terpikat oleh citra wanita melengkung bertabur bintang.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#bima sakti #Dewi #Mesir kuno #arkeologi #mitologi