Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Langka di Prancis: Pedang Keltik 2.300 Tahun dengan Swastika dan Ornamen Kosmik

Richard Lawongan • Senin, 5 Mei 2025 | 22:41 WIB

Pedang dengan hiasan swastika yang ditemukan oleh para arkeolog di sebuah pekuburan di Prancis.
Pedang dengan hiasan swastika yang ditemukan oleh para arkeolog di sebuah pekuburan di Prancis.

RADARPAPUA -
Dua pedang kuno berusia 2.300 tahun ditemukan di sebuah tempat pemakaman tua milik bangsa Keltik di Prancis. Menurut para arkeolog dari lembaga penelitian INRAP, penemuan ini sangat langka dan salah satu pedangnya memiliki hiasan berbentuk swastika.

Kedua pedang masih utuh dengan sarungnya. Salah satu sarung pedang terbuat dari logam berwarna tembaga dan dihiasi batu permata yang mengilap. Dua dari batu itu memiliki gambar kecil berbentuk swastika.

Perlu diketahui, simbol swastika yang kita kenal sekarang sering dikaitkan dengan kelompok Nazi dan Perang Dunia II. Tapi sebenarnya, simbol ini sudah digunakan sejak lama dan punya makna berbeda pada zaman dulu. Orang-orang Keltik memakai simbol itu sejak abad ke-5 sampai ke-4 sebelum Masehi, tapi para ahli belum tahu pasti arti swastika bagi mereka.

Pedang-pedang ini ditemukan pertama kali tahun 2022 di Creuzier-le-Neuf, sebuah kota kecil di Prancis. Dahulu, tempat ini merupakan pertemuan antara wilayah suku-suku Keltik yang kuat. Tim arkeolog menggali area pemakaman seluas sekitar 650 meter persegi dan menemukan lebih dari 100 makam. Namun karena tanahnya sangat asam, tidak ada tulang belulang yang tersisa. Hanya satu makam yang masih memiliki bekas kremasi dan guci dengan hiasan unik.

Sekitar separuh makam berisi barang-barang logam seperti perhiasan. Gelang tembaga adalah benda yang paling sering ditemukan. Mereka juga menemukan beberapa bros rusak, termasuk satu dengan permata dan hiasan perak berukir yang dibuat antara abad ke-4 dan ke-3 sebelum Masehi.

Salah satu bros punya hiasan berbentuk mata, yang dulu sangat populer di kalangan pengrajin Keltik.

Dari semua penemuan, dua pedang adalah yang paling menarik. Pedang yang lebih pendek memiliki simbol matahari dan bulan sabit di dekat bagian atasnya, yang terlihat lewat pemeriksaan sinar-X. Simbol ini kemungkinan besar melambangkan kepercayaan orang zaman itu terhadap langit dan alam semesta.

Simbol matahari dan bulan juga pernah ditemukan di pedang dari wilayah lain di Eropa, bahkan sampai ke Italia.

Pedang kedua lebih panjang dan bisa dipasang di sabuk. Pedang ini tidak terlalu dihias, dan sepertinya memang dibuat untuk digunakan bertempur. Sedangkan pedang pendek dengan swastika kemungkinan besar bukan untuk bertarung, melainkan sebagai tanda bahwa pemiliknya punya jabatan penting atau kekuasaan.

Menurut ahli, pedang pendek ini dibuat pada masa ketika suku-suku Keltik mulai menyerang wilayah Italia utara, termasuk penyerangan terhadap Roma pada tahun 387 sebelum Masehi. Namun, belum bisa dipastikan apakah pedang ini memang digunakan dalam peristiwa tersebut. (*)

Editor : Richard Lawongan
#ornamen #keltik #pedang #swastika #penemuan langka #Kosmik