RADARPAPUA - Meski telah ditemukan berbagai bukti arkeologis yang kaya, struktur sosial dan sistem politik dalam peradaban Indus, yang berkembang sekitar 2600–1900 SM, masih menyimpan banyak teka-teki.
Berbeda dengan peradaban Mesopotamia yang lebih terbuka melalui peninggalan tulisannya, peradaban Indus justru misterius karena aksaranya belum berhasil dipecahkan hingga kini.
Salah satu petunjuk penting tentang kehidupan sosial masyarakat Indus dapat ditemukan di kota Mohenjo-daro.
Di sana, para arkeolog menemukan bukti spesialisasi kerajinan tangan yang cukup terorganisir.
Misalnya, terdapat area-area khusus yang digunakan untuk membuat manik-manik, tembikar, dan logam, yang menunjukkan bahwa pembagian kerja telah terjadi dan setiap kelompok masyarakat memiliki peran yang berbeda.
Perbedaan mencolok antara ukuran dan tipe rumah di kota ini juga menunjukkan adanya stratifikasi sosial atau pembagian kelas dalam masyarakat.
Ada rumah-rumah besar dengan banyak ruangan yang diperkirakan dimiliki oleh kalangan elit, dan rumah-hutang kecil yang kemungkinan milik pekerja atau masyarakat kelas bawah.
Di sisi lain, sistem perdagangan mereka juga tampaknya sangat maju. Barang-barang dari peradaban Indus ditemukan di Mesopotamia dan wilayah pegunungan Badakhshan, yang kini termasuk wilayah Afghanistan modern.
Ini menunjukkan bahwa perdagangan mereka tidak hanya luas tetapi juga terorganisir secara sistematis bahkan ada kemungkinan mereka memiliki semacam koloni dagang di luar wilayah utama.
Keseragaman sistem ukuran dan bobot yang ditemukan di berbagai situs juga mengindikasikan adanya bentuk pemerintahan pusat atau sistem administratif yang kuat.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur seperti lumbung padi besar dan sistem drainase kota juga menjadi tanda bahwa proyek-proyek sipil dikelola dengan rapi dan terencana.
Prasasti-prasasti pendek dalam aksara Harappa ditemukan tersebar luas di berbagai situs, memberikan petunjuk bahwa peradaban ini mungkin menggunakan satu bahasa pergaulan yang sama.
Sayangnya, karena tulisan ini belum berhasil diuraikan, para ahli hanya bisa berspekulasi mengenai sistem pemerintahan, struktur sosial, hingga nilai-nilai budaya mereka.
Meskipun begitu, temuan-temuan ini tetap menjadi jendela penting untuk memahami bagaimana peradaban Indus, salah satu yang tertua di dunia, telah membangun sistem masyarakat yang kompleks, tertib, dan terorganisir dengan baik bahkan melampaui ekspektasi terhadap zaman tersebut.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan