Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Batu Biasa atau Alat Purba? Mengungkap Rahasia Alat Batu Prasejarah

Prisilia Rumengan • Jumat, 9 Mei 2025 | 00:19 WIB

alat batu
alat batu

RADARPAPUA - Pernahkah Anda berdiri di galeri museum, menatap batu-batu dalam kotak kaca bertuliskan "alat batu," lalu berpikir, "Apa bedanya dengan batu biasa?" Ternyata, ada cara ilmiah untuk membedakannya. Bagi arkeolog eksperimental, batu bukan sekadar benda mati—mereka adalah bukti hidup kecerdikan manusia purba.

Teknik utama dalam membuat alat batu disebut flintknapping, seni memecah batu dengan memahami sudut, gaya, dan struktur. Dengan teknik ini, manusia purba menciptakan bentuk-bentuk khas pada batu, yang kini menjadi petunjuk penting bagi para arkeolog untuk mengidentifikasi alat prasejarah.

Mengapa alat batu begitu penting? Karena mereka adalah jejak paling tahan lama dari perilaku manusia purba. Alat ini tidak hanya digunakan untuk memotong daging atau menguliti hewan, tetapi juga menunjukkan bagaimana Homo sapiens dan kerabatnya beradaptasi di berbagai wilayah dan zaman.

Pembuatan alat batu melibatkan pemukulan inti batu (core) dengan batu lain atau tanduk rusa, untuk menciptakan serpihan (flake) yang tajam. Serpihan ini langsung bisa digunakan atau dibentuk lagi menjadi alat khusus, seperti kapak tangan berbentuk tetesan air mata.

Ciri khas alat batu dapat dikenali dari bekas serpihan yang konsisten dan kehadiran tonjolan kecil di bawah permukaan pukulan, disebut bulb of percussion. Fitur ini sangat sulit terbentuk secara alami dan menjadi indikator kuat bahwa batu tersebut telah diolah oleh manusia.

Namun, konteks juga penting. Apakah alat itu ditemukan bersama banyak serpihan serupa? Apakah bahan batunya berasal dari tempat jauh? Jika ya, itu mungkin situs bengkel purba atau hasil pertukaran antar kelompok manusia zaman dulu.

Cara terbaik mengenali alat batu? Coba buat sendiri! Flintknapping bukan hanya seni kuno, tapi juga cara memahami kecerdikan nenek moyang kita. Sulit? Ya. Tapi pengalaman itu memberi wawasan unik tentang tantangan awal manusia: menciptakan ketajaman dari batu keras.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#homo sapiens #prasejarah #alat batu #arkeologi #manusia purba