Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Citra Hewan dalam Kepercayaan Bangsa Celtic Terlihat dalam Relief dan Mitos dari Galia Hingga Irlandia Kuno

Prisilia Rumengan • Senin, 12 Mei 2025 | 10:30 WIB

bejana perak yang menggambarkan binatang dan dewa, abad ke-1 SM; di Museum Nasional Denmark, Kopenhagen. (credit : Nationalmuseet, Lennart Larsen Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 (Generic))
bejana perak yang menggambarkan binatang dan dewa, abad ke-1 SM; di Museum Nasional Denmark, Kopenhagen. (credit : Nationalmuseet, Lennart Larsen Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 (Generic))

RADARPAPUA – Kekayaan mitologi dan ikonografi dalam budaya Celto-Romawi terwujud nyata lewat figur-figur dewa bertubuh campuran manusia dan hewan, yang disebut dewa zoomorfik.

Sosok yang paling dikenal adalah Cernunnos, dewa bertanduk yang muncul dalam berbagai bentuk seni, termasuk relief terkenal dari Paris dan bejana perak Gundestrup Caldron abad ke-1 SM yang ditemukan di Denmark.

Dalam penggambaran itu, Cernunnos duduk dalam posisi yoga seperti dewa Śiva dari India, dikelilingi hewan liar dan ular berkepala domba jantan simbol peranannya sebagai "Penguasa Binatang".

Sementara itu, legenda Irlandia memperkenalkan Donn Cuailnge, banteng ilahi dalam kisah epik Táin Bó Cuailnge.

Sosok ini mengingatkan pada relief Tarvos Trigaranus, atau “Banteng Tiga Derek,” yang ditemukan di Trier dan Paris.

Figur hewan dalam mitologi Celtic tidak hanya melambangkan kekuatan atau pelindung spiritual, tetapi juga terhubung dengan narasi keagamaan dan dunia lain.

Dewi Epona, yang berarti "Dewi Kuda", merupakan simbol hubungan mendalam bangsa Celtic dengan kuda, hewan yang memiliki peran penting dalam ekspansi budaya Indo-Eropa.

Pemujaannya tersebar luas hingga diadopsi oleh pasukan kavaleri Romawi. Dalam kisah dari Wales dan Irlandia, Epona memiliki padanan seperti Rhiannon dan Édaín Echraidhe yang menggambarkan kuda sebagai lambang kekuatan, kecepatan, dan kemuliaan.

Kepercayaan bangsa Celtic tidak terlepas dari pemahaman mereka tentang alam baka. Mereka yakin bahwa kehidupan tidak berakhir di dunia ini.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa makanan, senjata, dan harta dikuburkan bersama jenazah—menunjukkan keyakinan akan keberlanjutan jiwa.

Para druid, pendeta Celtic, mengajarkan bahwa jiwa akan berpindah ke tubuh lain setelah kematian, sejalan dengan ajaran tentang dunia lain yang penuh kebahagiaan, tanpa penyakit dan kematian.

Orang Irlandia menggambarkan dunia lain itu sebagai pulau ajaib atau tanah bawah tanah—tempat tanpa usia tua, penuh kegembiraan, dan waktu terasa melambat.

Cerita rakyatnya sering melibatkan pahlawan yang dibimbing oleh wanita cantik ke dunia ajaib melalui kapal kaca, menghilang selama ratusan tahun dan kembali ke dunia yang sudah berubah.

Dunia lain ini tidak selalu terbuka bagi semua. Sosok Donn, dewa kematian, dipercaya sebagai penguasa Tech Duinn, tempat di mana semua jiwa kembali setelah mati kecuali mereka yang cukup beruntung untuk mencapai tanah kebahagiaan abadi.

Mitos ini menjadi bagian integral dari pemahaman orang Celtic tentang kehidupan, kematian, dan keabadian.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Celtic #dunia lain #Cernunnos #mitos #dewa zoomorfik #mitologi