Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tombak Kuno Ini Mungkin Milik Neanderthal, Bukan Nenek Moyang Mereka

Richard Lawongan • Senin, 12 Mei 2025 | 18:13 WIB

Foto tahun 2007 yang disediakan oleh para peneliti menunjukkan ujung tombak berburu kayu yang diperkirakan berusia sekitar 200.000 tahun yang ditemukan di sebuah tambang batu bara di kota Schöningen,
Foto tahun 2007 yang disediakan oleh para peneliti menunjukkan ujung tombak berburu kayu yang diperkirakan berusia sekitar 200.000 tahun yang ditemukan di sebuah tambang batu bara di kota Schöningen,

RADARPAPUA - Tombak kayu kuno yang ditemukan di kota Schöningen, Jerman, selama ini diyakini berusia 300.000 tahun. Para ilmuwan menduga senjata ini milik Homo heidelbergensis, leluhur terakhir antara manusia modern dan Neanderthal. Penemuan ini sempat menjadi bukti awal keberadaan senjata berburu tertua di dunia.

Namun, penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Science Advances mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan. Dengan menggunakan teknik penanggalan berbeda, para peneliti kini memperkirakan usia tombak tersebut hanya sekitar 200.000 tahun. Artinya, senjata ini kemungkinan besar digunakan oleh Neanderthal, bukan pendahulunya.

Tombak-tombak tersebut terbuat dari kayu cemara dan pinus, ditemukan bersama sisa-sisa sekitar 50 kuda di sebuah tambang batu bara. Bentuknya lengkap dan seimbang, menunjukkan keterampilan tinggi dalam pembuatannya. Para ahli percaya bahwa desain yang presisi ini mencerminkan kemampuan teknis dan kerja sama sosial Neanderthal dalam berburu.

Jarod Hutson dari Smithsonian National Museum of Natural History menyebut tombak ini “cukup canggih untuk sesuatu yang setua itu.” Ia menilai bahwa penemuan ini memberi wawasan baru tentang kecerdasan Neanderthal yang selama ini sering dianggap primitif. Bahkan ada kemungkinan mereka bekerja dalam kelompok terorganisir saat berburu mangsa besar.

Meski begitu, tidak semua peneliti yakin dengan usia baru yang diajukan. Thomas Terberger, arkeolog dari Universitas Göttingen, mengatakan bahwa analisis terbaru ini masih membutuhkan bukti lebih lanjut. Ia menyebut argumen yang diajukan menarik, tetapi belum sepenuhnya meyakinkan untuk mengubah pandangan lama.

Jika benar bahwa Neanderthal membuat dan menggunakan senjata canggih ini, maka pandangan dunia terhadap mereka mungkin harus direvisi. Mereka bukan hanya manusia gua tanpa nalar, tapi pemburu terampil yang memahami alat dan strategi berburu secara kompleks.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sejarah manusia dan kerabat dekat kita masih penuh misteri. Dengan teknologi baru dan analisis lebih dalam, siapa tahu temuan masa depan akan makin membingkai siapa sebenarnya para pendahulu kita.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#tombak #kuno #arkeologi #Neanderthal #Sejarah Manusia #ilmu pengetahuan