RADARPAPUA – Penemuan arkeologi terbaru di Semenanjung Tangier, Maroko, mengungkap keberadaan tiga kompleks pemakaman kuno yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun.
Salah satu temuan paling mencolok adalah makam batu berlapis, atau dikenal sebagai "cist burial", yang menunjukkan kompleksitas dan keragaman tradisi pemakaman di wilayah tersebut.
Tim arkeolog yang dipimpin oleh Hamza Benattia dari Universitas Barcelona menemukan bahwa makam-makam ini terdiri dari lubang yang dipahat langsung ke batu dan ditutup dengan lempengan batu besar.
Proses pembuatan makam semacam ini memerlukan upaya dan keterampilan tinggi, menandakan pentingnya individu yang dimakamkan serta kepercayaan spiritual masyarakat pada masa itu.
Baca Juga: Makam yang Dikira Milik Ayah Alexander Agung Ternyata Menyimpan Cerita Tragis Keluarga Lain
Selain makam, tim juga menemukan lukisan cadas di tempat perlindungan batu dan batu tegak yang diduga digunakan sebagai penanda wilayah atau situs ritual.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan dan praktik keagamaan masyarakat prasejarah di Maroko bagian barat laut.
Penelitian ini menyoroti betapa sedikitnya pemahaman kita tentang lanskap pemakaman dan ritual prasejarah di Afrika Utara bagian barat, meskipun telah dilakukan penelitian selama dua abad terakhir.
Temuan ini diharapkan dapat mendorong penelitian lebih lanjut dan meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah dan budaya kawasan tersebut.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon