Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Tato di Dunia Maya: Ketika Luka Menjadi Lambang Kehormatan dan Rohani

Prisilia Rumengan • Jumat, 16 Mei 2025 | 16:37 WIB

Dua batu burin Maya digunakan sebagai alat tato.
Dua batu burin Maya digunakan sebagai alat tato.

RADARPAPUA - Suku Maya dikenal melalui peninggalan arsitektur, tulisan hieroglif, dan seni yang kaya. Namun, satu aspek budaya mereka yang selalu menarik perhatian adalah praktik modifikasi tubuh, termasuk tato. Meski gambar dan catatan etnografi menunjukkannya, hingga kini belum ditemukan bukti arkeologis nyata tentang alat tato mereka—hingga sebuah penemuan penting di Belize mengubah segalanya.

Tato dalam budaya Maya bukan sekadar estetika. Ia menjadi penanda status, pencapaian hidup, bahkan bentuk hukuman. Baik pria maupun wanita dewasa ditato, meskipun berbeda dalam letak dan desain tergantung kelompok etnis dan peristiwa hidup yang dijalani. Seorang pejuang mungkin bertato sebagai tanda keberanian, sementara pemuka agama mungkin ditandai karena perannya dalam ritual suci.

Motif tato Maya biasanya mengandung dua tema: hewan dan geometri. Gambar kelelawar, ular, dan elang menggambarkan kekuatan dan roh pelindung, sementara pola spiral dan titik-titik mencerminkan kosmologi dan keteraturan alam. Tato-tato ini lazim menghiasi wajah, paha, telapak kaki, dan bahkan dada perempuan, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas tubuh.

Namun, membedakan tato dengan lukisan tubuh dalam catatan sejarah tidak mudah. Banyak kata dalam bahasa Maya Klasik seperti tz'ihb berarti "menulis" sekaligus "melukis", sehingga laporan kolonial Spanyol kadang membingungkan antara tato dan cat. Hal ini membuat arkeolog kesulitan memastikan bukti langsung praktik ini dari temuan sebelumnya.

Baru-baru ini, tim yang dipimpin Dr. W. James Stemp berhasil mengidentifikasi dua alat batu kecil (burin) dari gua Actun Uayazaba Kab, Belize, sebagai alat tato pertama dalam sejarah Maya. Setelah 30 tahun tersimpan, analisis pemakaian pada ujung alat menunjukkan pola keausan yang cocok dengan proses penatoan kulit, bukan pengeboran atau pengorbanan.

Bukti lain memperkuat temuan ini: sisa tinta hitam ditemukan di ujung burin, dan eksperimen dengan replika alat yang menato kulit babi segar menghasilkan pola keausan serupa. Ini membuka kemungkinan bahwa tato Maya dilakukan dengan tusukan langsung menggunakan alat batu, bukan jarum logam seperti di budaya lain.

Yang lebih menarik, menurut Dr. Stemp, alat-alat ini mungkin hanya digunakan sekali untuk upacara khusus. Tato tidak hanya tindakan fisik, melainkan pertemuan spiritual antara manusia dan kekuatan gaib. Maka dari itu, gua tempat alat ini ditemukan—penuh lukisan tangan dan sisa pemakaman—dipandang sebagai ruang sakral, tempat roh dan simbolisme bertemu dalam ritual yang melampaui zaman.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#temuan #maya #tatoo #arkeologi #modifikasi #sejarah