Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Artefak Langka Beruang Ambar dari Zaman Mesolitikum Tunjukkan Tradisi Magis Manusia Purba

Prisilia Rumengan • Senin, 19 Mei 2025 | 10:37 WIB

Beruang kuning Zaman Batu ditemukan di dekat Słupsk, Polandia. (National Museum in Szczecin)
Beruang kuning Zaman Batu ditemukan di dekat Słupsk, Polandia. (National Museum in Szczecin)

RADARPAPUA - Sebuah patung kecil berbentuk beruang dari batu ambar yang diperkirakan berusia lebih dari 6.000 tahun menjadi pusat perhatian di Museum Nasional Szczecin, Polandia.

Patung ini dijuluki “Słupcio” – yang berarti “si kecil dari Słupsk” – dan diyakini berasal dari Zaman Batu, ketika manusia masih hidup sebagai pemburu-pengumpul.

Ditemukan pada tahun 1887 oleh para pekerja saat menggali gambut di Polandia utara, patung ini diyakini pernah digunakan sebagai jimat pelindung.

Beruang pada masa itu dianggap sebagai hewan paling kuat dan berbahaya yang hidup di wilayah tersebut, sehingga sangat mungkin artefak ini menyimbolkan kekuatan dan perlindungan spiritual.

Słupcio memiliki panjang sekitar 10,2 cm dan tinggi 4,2 cm. Ukiran di bagian kepala memperlihatkan detail seperti telinga, mulut, lubang hidung, dan mata, meskipun kakinya hanya berupa tonjolan kecil dan tidak memungkinkan patung untuk berdiri tegak.

Pada bagian tengah tubuhnya terdapat lubang, kemungkinan untuk memasukkan tali pengikat agar bisa dikenakan atau dibawa.

Artefak ini berasal dari masa Mesolitikum, periode antara 12.000 hingga 5.000 tahun yang lalu, saat sebagian besar masyarakat Eropa hidup secara nomaden.

Di wilayah Pomerania, di sepanjang pantai selatan Laut Baltik, arkeolog telah menemukan berbagai benda dari zaman ini, termasuk perkakas, senjata, dan artefak dari ambar – resin pohon purba yang mengeras dan sering ditemukan di pantai.

Keunikan Słupcio tak hanya terletak pada bentuk dan bahannya, tetapi juga pada kisah perjalanannya. Pada akhir Perang Dunia II, patung ini sempat dibawa ke Jerman bersama banyak artefak lainnya dan menjadi koleksi Museum Stralsund.

Baru pada tahun 2009 Słupcio dikembalikan ke Polandia dan kini dipajang di Szczecin, sekitar 220 kilometer dari lokasi penemuan awalnya.

Pada 2013, sebuah kontes untuk menamai artefak ini dimenangkan oleh seorang anak taman kanak-kanak yang mengusulkan nama “Słupcio” dan mendapat hadiah boneka beruang.

Sejak itu, patung ini menjadi simbol lokal yang terkenal, bahkan tiruannya dijual luas sebagai cinderamata khas wilayah tersebut.

Penelitian pada 2023 terhadap beberapa patung serupa dari wilayah Baltik menunjukkan bahwa patung seperti Słupcio bisa berasal dari periode Paleolitik Atas, antara 50.000 hingga 12.000 tahun lalu.

Ini memperkuat teori bahwa representasi binatang dalam ukiran kecil adalah bagian dari tradisi spiritual yang sudah berlangsung sejak lama.

Ambar sendiri memiliki karakteristik khas: tembus cahaya saat dipoles, harum saat dibakar, dan dapat mengapung di air laut.

Dalam kepercayaan kuno, benda seperti ini dianggap memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, mengukir beruang dari bahan istimewa ini kemungkinan bertujuan menciptakan jimat yang tidak hanya fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #penemuan #tradisi #kuno #patung #Magic #sejarah #manusia purba