RADARPAPUA –Sebuah penemuan arkeologi di Pommerœul, Belgia, mengungkapkan sebuah tengkorak yang terdiri dari sisa-sisa lima individu dari tiga zaman berbeda, menciptakan gambaran unik tentang pemakaman dan ritual sepanjang 2.500 tahun.
Pada tahun 1970-an, para arkeolog menggali sebuah pemakaman Romawi di Pommerœul, dekat perbatasan Prancis, yang berisi 76 kuburan kremasi dan satu kuburan tubuh dalam posisi janin.
Meskipun posisi janin tidak umum dalam pemakaman Romawi, penemuan sebuah pin tulang bergaya Romawi dekat tengkorak menunjukkan bahwa kuburan tersebut kemungkinan berasal dari era Romawi.
Namun, analisis radiokarbon pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa tengkorak yang utuh tersebut berasal dari tiga periode Neolitikum yang berbeda (7000 hingga 3000 SM), jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sisa-sisa manusia dari berbagai zaman bisa terkumpul dalam satu kuburan.
Baca Juga: Kerangka Tua di Inggris Ungkap Pertarungan Gladiator Lawan Singa dalam Pertunjukan Romawi
Dalam studi yang diterbitkan pada 23 Oktober 2024 di jurnal Antiquity, Barbara Veselka dari Vrije Universiteit Brussel dan tim peneliti internasional menggunakan analisis DNA kuno, radiokarbon, dan analisis kerangka untuk menyelidiki kuburan gabungan ini.
Mereka menemukan bahwa setidaknya lima individu dari periode Neolitikum dan Romawi berkontribusi pada tengkorak tersebut.
Salah satu kemungkinan adalah bahwa pemakaman Neolitikum yang lebih tua terganggu oleh pemakaman Romawi, dan para Romawi menambahkan tengkorak dan pin tulang untuk menyelesaikan pemakaman tersebut.
Alternatifnya, para Romawi mungkin sengaja mengumpulkan sisa-sisa Neolitikum dan tengkorak Romawi untuk menciptakan individu gabungan sebagai bagian dari ritual atau kepercayaan mereka.
Penemuan ini menunjukkan bahwa lokasi pemakaman di Pommerœul mungkin memiliki makna spiritual atau simbolis yang kuat bagi masyarakat dari berbagai zaman.
Meskipun motivasi pasti dari praktik ini tidak dapat dipastikan, penataan dan pemilihan sisa-sisa manusia dengan hati-hati menunjukkan niat dan perencanaan yang mendalam.
Studi ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana masyarakat kuno mungkin menghubungkan diri mereka dengan masa lalu melalui praktik pemakaman dan ritual, serta bagaimana situs tertentu dapat memiliki makna lintas waktu bagi berbagai budaya.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon