RADARPAPUA - Christopher Thuss tak menyangka perjalanan memancingnya di perairan berkabut Danau Michigan awal Mei lalu akan menguak kembali sejarah maritim yang telah terkubur lebih dari satu abad. Sekitar 43 mil selatan Green Bay, Wisconsin, sonar kapalnya mendeteksi objek besar di bawah permukaan. Setelah penyelidikan oleh penyelam dan pakar arkeologi bawah air, objek itu diidentifikasi sebagai sisa-sisa J.C. Ames—kapal tunda bertenaga 670 tenaga kuda yang pernah menjadi salah satu yang terbesar di Great Lakes.
Kapal ini dibangun tahun 1881 dan awalnya bernama J.C. Perrett, ditugaskan untuk menarik tongkang-tongkang penuh kayu. Dalam sejarahnya, kapal ini sempat bertabrakan, mengalami perbaikan besar, berganti kepemilikan, dan akhirnya diubah namanya menjadi J.C. Ames. Setelah lebih dari 40 tahun beroperasi, kapal itu dipensiunkan dengan cara dramatis: ditarik ke lepas pantai Manitowoc, dibakar di depan penonton, lalu dibiarkan tenggelam—tradisi lazim saat itu.
Kini, bangkai kapal yang sempat tertutup pasir mulai terlihat kembali akibat pergerakan arus dan terkubur hanya 9 kaki dari permukaan. Namun, ia terancam oleh koloni kerang invasif quagga yang dapat menghancurkan struktur kapal. Penemuan ini bukan yang pertama dalam keluarga Thuss. Nenek tirinya, “Shipwreck Suzze” Johnson, dikenal sebagai penemu tiga bangkai kapal dalam tiga hari dari udara menggunakan parasut bermesin.
Berkat penemuan ini, cerita J.C. Ames kembali hidup—sebuah pengingat akan masa kejayaan industri perkapalan kayu dan cara unik masyarakat dulu memberi penghormatan terakhir pada kapal mereka.(aj)
Editor : Richard Lawongan