RADARPAPUA – Sebuah penemuan arkeologis menarik terjadi di Oslo, Norwegia, ketika para arkeolog menemukan batu asah berusia sekitar 1.000 tahun dengan ukiran rune, sistem tulisan yang digunakan oleh bangsa Viking.
Batu ini ditemukan selama penggalian untuk proyek pembangunan rel kereta api dan memberikan wawasan baru tentang penyebaran literasi di kalangan masyarakat Norwegia pada Abad Pertengahan.
Batu asah tersebut, yang digunakan untuk mengasah pisau, memiliki ukiran rune yang membentuk huruf-huruf seperti 'æ', 'r', 'k', 'n', dan 'a'.
Namun, makna pasti dari kombinasi huruf ini masih menjadi misteri. Para arkeolog dari Norwegian Institute for Cultural Heritage Research (NIKU) menyatakan bahwa ukiran tersebut bisa jadi merupakan upaya untuk menuliskan nama seseorang atau kata-kata seperti "takut", "jelek", atau "sakit".
Menurut Karen Holmqvist, seorang peneliti di NIKU yang mengkhususkan diri dalam studi rune, kualitas ukiran pada batu ini menunjukkan bahwa pembuatnya kemungkinan besar bukanlah pemahat rune profesional.
Hal ini mengindikasikan bahwa individu tersebut mungkin sedang belajar menulis menggunakan sistem tulisan rune, yang menunjukkan bahwa pengetahuan tentang tulisan ini cukup tersebar di masyarakat Norwegia pada masa itu.
Sistem tulisan rune digunakan di Norwegia dan bagian lain Eropa Utara selama Abad Pertengahan, namun artefak yang mengandung tulisan rune masih tergolong langka.
Penemuan ini menambah bukti bahwa kemampuan menulis, meskipun mungkin terbatas, telah ada di kalangan masyarakat Norwegia pada era Viking.
Penemuan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang penggunaan tulisan rune di masa lalu, tetapi juga membuka kemungkinan bahwa masyarakat Norwegia pada Abad Pertengahan memiliki tingkat literasi yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Batu asah ini menjadi bukti fisik bahwa upaya untuk belajar menulis telah dilakukan oleh individu-individu di luar kalangan elit atau profesional.
Dengan ditemukannya artefak seperti batu asah ini, para peneliti dapat lebih memahami bagaimana tulisan dan literasi berkembang di masyarakat Norwegia pada masa lalu.
Penemuan ini juga menyoroti pentingnya penggalian arkeologis dalam mengungkap sejarah yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon