Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menguak Jalur Laut Viking: Dari Peta Mental hingga Pelabuhan Tersembunyi

Prisilia Rumengan • Kamis, 22 Mei 2025 | 15:03 WIB

Arkeolog yang berlayar seperti Viking menemukan hal yang tak terduga
Arkeolog yang berlayar seperti Viking menemukan hal yang tak terduga

RADARPAPUA - Greer Jarrett, arkeolog dari Lund University, telah menelusuri jejak pelayaran Viking selama tiga tahun terakhir. Dengan replika perahu Viking, ia membuktikan bahwa bangsa Viking berlayar lebih jauh dari daratan dibanding yang sebelumnya diperkirakan. Temuan ini membuka babak baru dalam memahami jalur perdagangan dan mobilitas mereka.

Dalam pelayaran sejauh 5.000 kilometer dari Trondheim hingga Lingkar Arktik, Jarrett menguji ketangguhan perahu persegi layar tanpa lunas dalam kondisi laut terbuka. Hasilnya mengejutkan: perahu tersebut stabil di laut lepas, namun justru menghadapi tantangan besar saat mendekati daratan dan fjord karena angin turun gunung dan arus bawah laut.

Penelitian ini juga melibatkan wawancara dengan pelaut Norwegia mengenai rute tradisional abad ke-19. Jarrett menggabungkan pengalaman langsung dan pengetahuan lokal untuk merekonstruksi rute pelayaran Viking. Ia menyimpulkan bahwa Viking tak hanya mengandalkan peta, melainkan "peta mental" berbasis ingatan dan mitos lokal.

Cerita rakyat tentang pulau-pulau seperti Torghatten dan Skrova membantu para pelaut mengenali bahaya dan tanda navigasi. Jarrett menyebut ini sebagai "maritime cultural mindscape", lanskap laut yang dibentuk oleh cerita turun-temurun. Ini menjadi sistem navigasi non-formal yang sangat penting bagi Viking.

Dalam publikasinya, Jarrett mengidentifikasi empat pelabuhan tersembunyi baru yang kemungkinan digunakan para Viking. Letaknya jauh dari pelabuhan besar seperti Bergen atau Ribe, namun mudah diakses dalam segala kondisi angin. Pelabuhan-pelabuhan kecil ini jadi simpul penting dalam jaringan perdagangan.

Ia menegaskan bahwa jaringan pelabuhan terdesentralisasi di pulau dan semenanjung berperan vital dalam kelancaran perjalanan Viking. Mereka bukan hanya tempat singgah, tapi juga pusat interaksi antarpelaut sebelum mencapai kota-kota besar di Eropa Utara.

Meski penuh tantangan—dari tiang layar patah hingga nyaris ditabrak paus—pengalaman Jarrett menegaskan satu hal penting: pelayaran Viking bukan hanya soal kapal tangguh, tapi juga kru yang saling percaya dan bisa bertahan bersama di tengah lautan lepas.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Perdagangan #Jalur #penemuan #laut #viking #arkeologi