Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Genetik Leonardo Da Vinci: Dari Naskah Tua hingga DNA

Prisilia Rumengan • Senin, 26 Mei 2025 | 22:16 WIB
Photo
Photo

RADARPAPUA - Selama lebih dari lima abad, Leonardo Da Vinci dikenal sebagai jenius lintas zaman: seniman, ilmuwan, dan penemu. Kini, lewat proyek kolaborasi internasional bertajuk Leonardo DNA Project, para peneliti semakin dekat mengungkap rahasia biologis sang maestro Renaisans. Penelitian ini bertujuan bukan hanya untuk memahami asal-usul genetik Leonardo, tapi juga untuk menelusuri warisan biologis yang mungkin menjadi kunci kejeniusannya.

Penelitian ini merupakan hasil kerja puluhan tahun Alessandro Vezzosi dan Agnese Sabato dari Leonardo Da Vinci Heritage Association. Dalam buku terbaru mereka, Genìa Da Vinci, mereka merinci pohon keluarga Leonardo sejak 1331, mencakup 21 generasi dan lebih dari 400 individu. Penelusuran ini menjadi dasar bagi rekonstruksi profil DNA Leonardo secara ilmiah dan historis.

Melalui uji DNA terhadap enam keturunan laki-laki garis langsung Leonardo, ditemukan kecocokan pada kromosom Y yang diwariskan dari ayah ke anak laki-laki. Hasil ini menegaskan kesinambungan genetik garis keturunan Da Vinci sejak abad ke-15. Temuan ini membuka peluang besar untuk membandingkan DNA keturunan hidup dengan sisa-sisa jenazah keluarga Da Vinci di gereja tua di Vinci.

Di Gereja Santa Croce, para arkeolog menemukan tulang belulang yang diperkirakan milik kakek dan saudara-saudara tiri Leonardo. Salah satu fragmen yang dikaji menunjukkan hasil awal bahwa itu berasal dari seorang pria, sesuai dengan profil keluarga. Jika DNA-nya cocok dengan keturunan hidup, maka akan memperkuat akurasi catatan silsilah dan membuka jalan bagi penelitian biologis lebih lanjut.

Lebih dari sekadar genetika, buku ini juga membahas konteks historis dan geografis kehidupan Leonardo. Penulis menelusuri rumah-rumah keluarga Da Vinci, serta membongkar masa lalu ibunya, Caterina, yang diduga adalah seorang budak. Semua ini memberi pandangan yang lebih manusiawi dan nyata tentang kehidupan awal Leonardo yang penuh teka-teki.

Salah satu temuan paling menarik adalah gambar arang makhluk mitologis yang dinamai "Unicorn Dragon", ditemukan di rumah tua di Vinci. Dengan ciri khas yang unik dan teknik yang seolah mendahului studi penerbangan Leonardo, gambar ini sedang dianalisis lebih lanjut dan berpotensi menjadi karya awal sang maestro.

Proyek DNA ini bukan sekadar pencarian ilmiah, melainkan upaya merekonstruksi ulang sejarah dari sisi biologis. Jika DNA Leonardo berhasil diuraikan, kita bisa memahami lebih jauh faktor visual, kesehatan, hingga penyebab kematiannya. Ini juga menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan abad ke-21 dengan warisan budaya masa lalu.(aj)


 

 
 
 
Editor : Prisilia Rumengan
#terbaru #ilmu #Genetika #penemuan #dna #leonardo da vinci #sejarah