Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Keajaiban Patung Emas 4.500 Tahun dari Ur yang Ungkap Kisah Kehidupan dan Kepercayaan Sumeria

Via Ponamon • Selasa, 27 Mei 2025 | 14:11 WIB

Salah satu dari dua patung "domba jantan di semak belukar" yang ditemukan di kota kuno Ur di Irak modern (Kredit gambar: Getty Images)
Salah satu dari dua patung "domba jantan di semak belukar" yang ditemukan di kota kuno Ur di Irak modern (Kredit gambar: Getty Images)

 

RADARPAPUA – Sebuah penemuan arkeologi luar biasa terjadi di Pemakaman Kerajaan Ur, Irak, dengan ditemukannya patung emas berusia sekitar 4.500 tahun yang dikenal sebagai "Ram in the Thicket".

Patung ini menggambarkan seekor kambing gunung yang berdiri di atas dua kaki belakangnya, menjangkau cabang pohon berbunga.

Meskipun disebut "ram", patung ini lebih akurat menggambarkan kambing gunung markhor, yang dikenal dengan tanduk spiralnya yang khas.

Patung ini ditemukan pada tahun 1928 oleh arkeolog Leonard Woolley di dalam "Great Death Pit" di Pemakaman Kerajaan Ur.

Bersama dengan patung serupa lainnya, patung ini awalnya ditemukan dalam kondisi rusak dan hancur.

Namun, setelah dilakukan restorasi, patung ini kini dipamerkan di British Museum di London, sementara patung lainnya berada di University of Pennsylvania Museum di Philadelphia.

Baca Juga: Gelang Kerang di Gua Tlayócoc Menjadi Kunci Memahami Ritual Kesuburan Masa Lalu

Patung "Ram in the Thicket" terbuat dari bahan-bahan mewah seperti emas, perak, lapis lazuli, cangkang, dan bitumen.

Desainnya yang rumit dan detail menunjukkan tingkat keahlian tinggi para pengrajin Sumeria pada masa itu.

Patung ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam.

Beberapa ahli berpendapat bahwa patung ini mungkin mewakili dewa kesuburan Dumuzi, yang terkait dengan siklus kehidupan dan kematian, serta perubahan musim.

Bunga delapan kelopak pada pohon tempat kambing tersebut berdiri sering dikaitkan dengan dewi Inanna, pasangan Dumuzi. 

Penemuan ini memberikan wawasan berharga tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat Sumeria kuno.

Baca Juga: Setiap Kepala Batu Olmec Ternyata Berbeda dan Mewakili Penguasa Kuno yang Unik di Meksiko

Patung "Ram in the Thicket" tidak hanya mencerminkan keahlian seni yang tinggi, tetapi juga menggambarkan pentingnya simbolisme dan ritual dalam budaya Mesopotamia.

Melalui artefak ini, kita dapat lebih memahami bagaimana masyarakat Sumeria memandang dunia, alam, dan hubungan mereka dengan kekuatan ilahi.

Dengan ditemukannya patung ini, kita diingatkan akan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki oleh peradaban Mesopotamia.

Patung "Ram in the Thicket" tetap menjadi salah satu contoh paling menonjol dari seni dan simbolisme kuno yang terus mempesona dan menginspirasi para peneliti dan pengunjung museum di seluruh dunia.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#Pemakaman Kerajaan Ur #sumeria kuno #Patung Emas Ur