Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tim Peneliti Ungkap Gambar Terjelas Kapal Selam USS F-1 yang Tenggelam Seabad Lalu di San Diego

Prisilia Rumengan • Rabu, 28 Mei 2025 | 04:49 WIB

Rekonstruksi fotogrametri kapal selam USS F-1 yang menunjukkan buritan dan baling-baling kapal selam. (credit : Zoe Daheron, ©Woods Hole Oceanographic Institution)
Rekonstruksi fotogrametri kapal selam USS F-1 yang menunjukkan buritan dan baling-baling kapal selam. (credit : Zoe Daheron, ©Woods Hole Oceanographic Institution)

RADARPAPUA – Lebih dari satu abad setelah tenggelam di lepas pantai San Diego, kapal selam USS F-1 kembali menjadi pusat perhatian dunia.

Berkat kemajuan teknologi laut dalam, ekspedisi yang dipimpin oleh Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) berhasil mengungkap gambar paling detail dari kapal selam era Perang Dunia I ini.

USS F-1 tenggelam pada tahun 1917 dalam sebuah kecelakaan latihan yang tragis, merenggut nyawa 19 pelaut.

Kini, bangkai kapal yang terletak di kedalaman 400 meter berhasil dipetakan secara lengkap melalui serangkaian penyelaman menggunakan kapal selam berawak Alvin dan kendaraan bawah air otonom Sentry.

Keduanya merupakan bagian dari National Deep Submergence Facility (NDSF), yang bekerja sama dengan kapal penelitian Atlantis.

Penyelaman dilakukan sebanyak tujuh kali antara 24 Februari hingga 4 Maret lalu. Meski misi utama pelayaran ini adalah untuk melatih pilot baru dan menguji peralatan, kesempatan untuk mengunjungi situs bangkai kapal F-1 memberikan makna historis yang mendalam.

“Ini adalah penyelaman Alvin pertama saya, dan berada di situs bersejarah ini sungguh menggugah,” ujar Brad Krueger, arkeolog dari Naval History and Heritage Command (NHHC).

“Kami bisa mendokumentasikan lokasi serta menghormati para pelaut yang telah berkorban.”

Teknologi sonar multi-beam pada kapal Atlantis dan Sentry menghasilkan peta dasar laut beresolusi tinggi.

Sementara itu, Alvin berhasil mengabadikan gambar dan video dalam kualitas tinggi, yang kemudian diolah menjadi model fotogrametri tiga dimensi oleh para ahli WHOI.

Hasilnya, bukan hanya struktur kapal yang terdokumentasi, tetapi juga kondisi terkini dari reruntuhannya yang kini dapat dipelajari lebih lanjut.

Proyek ini tidak hanya menggandeng WHOI, tetapi juga didukung oleh berbagai lembaga seperti National Science Foundation (NSF), Office of Naval Research (ONR), dan University-National Oceanographic Laboratory System (UNOLS).

Lisa Clough dari NSF menyatakan, “Teknologi ini bukan hanya penting untuk eksplorasi geologi laut dan ekosistem, tapi juga membuka pintu pada momen-momen penting dalam sejarah angkatan laut kita.”

Puncak dari misi ini terjadi dalam upacara peringatan di atas kapal Atlantis. Dalam suasana yang penuh haru, lonceng kapal dibunyikan 19 kali—sebuah penghormatan simbolis bagi setiap jiwa yang hilang bersama USS F-1 lebih dari seratus tahun lalu.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#USS #Kapal Selam #san diego #Teknologi #penemuan #Peneliti #sejarah