Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bangsa Kanaan: Orang Kuno di Timur Tengah yang Dianggap Penemu Huruf Alfabet Pertama di Dunia

Richard Lawongan • Rabu, 28 Mei 2025 | 22:22 WIB

Sebuah ukiran berwarna dari abad ke-18, karya seniman Prancis Gustave Doré, yang menggambarkan Abraham dalam Alkitab Ibrani yang melakukan perjalanan ke Tanah Kanaan.
Sebuah ukiran berwarna dari abad ke-18, karya seniman Prancis Gustave Doré, yang menggambarkan Abraham dalam Alkitab Ibrani yang melakukan perjalanan ke Tanah Kanaan.

RADARPAPUA -
Bangsa Kanaan adalah orang-orang yang hidup ribuan tahun lalu di wilayah yang sekarang jadi negara Israel, Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yordania. Mereka terkenal karena dianggap sebagai pencipta huruf alfabet pertama di dunia.

Dari Mana Kita Tahu Tentang Bangsa Kanaan?

Banyak informasi tentang mereka didapat dari tulisan kuno dan hasil penggalian arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan masa lalu). Tulisan-tulisan dari Mesir kuno dan dari Alkitab Ibrani juga banyak menyebut bangsa Kanaan.

Para ahli percaya bahwa bangsa Kanaan tidak hidup dalam satu kerajaan besar. Mereka terdiri dari berbagai kelompok suku dan budaya yang berbeda. Hal ini terlihat dari cara mereka mengubur orang mati dan bentuk tempat ibadah mereka yang beragam.

Bangsa Kanaan dan DNA

Penelitian DNA menunjukkan bahwa bangsa Kanaan berasal dari orang-orang yang sudah tinggal di daerah Lebanon sejak Zaman Batu. Orang Lebanon zaman sekarang ternyata masih memiliki hubungan keturunan dengan bangsa Kanaan.

Tulisan Kuno Tentang Bangsa Kanaan

Tulisan tertua yang menyebut bangsa Kanaan ditemukan di Suriah dan usianya sekitar 3.800 tahun. Tulisan ini menyebut bahwa orang Kanaan terlibat dalam kekacauan di sebuah kota. Ada juga cerita seorang raja yang melarikan diri ke kota di wilayah Kanaan, dan dari sana ia mendapatkan bantuan untuk menjadi raja kembali.

Walau bangsa Kanaan terdiri dari banyak kelompok, mereka kadang-kadang disebut sebagai satu kelompok, misalnya dalam catatan-catatan kota lain. Seseorang bisa disebut "orang Kanaan" meskipun berasal dari kota yang berbeda-beda di wilayah itu.

Surat dari Mesir

Ada banyak surat dari kota kuno di Mesir bernama Amarna yang menyebut tentang raja-raja di Kanaan. Surat-surat ini menunjukkan bahwa Mesir sangat berkuasa atas wilayah Kanaan saat itu. Bahkan, raja Babilonia pernah mengeluh ke Firaun Mesir tentang para pedagangnya yang dibunuh di Kanaan, dan menyebut bahwa raja-raja Kanaan adalah bawahan Firaun.

Catatan lain dari Mesir juga menyebut bahwa Firaun Mesir pernah mengirim pasukan ke Kanaan dan menyerang wilayah itu.

Bangsa Kanaan dalam Alkitab

Dalam Alkitab, Kanaan disebut sebagai cucu dari Nabi Nuh. Ceritanya, keturunan Nuh pergi ke Kanaan dan tinggal di sana. Nantinya, keturunan mereka pergi ke Mesir dan menjadi budak, lalu Tuhan membebaskan mereka dan menjanjikan tanah Kanaan sebagai tempat tinggal baru.

Dalam Alkitab juga diceritakan bahwa bangsa Israel berperang melawan bangsa Kanaan dan akhirnya menguasai tanah mereka. Bangsa Kanaan yang masih hidup kemudian dipaksa bekerja untuk orang Israel.

Namun, sebagian ahli sejarah tidak yakin semua cerita itu benar-benar terjadi, karena tidak ada bukti kuat tentang kejadian itu di catatan sejarah lainnya.

Penemuan Arkeologi

Saat ini, para arkeolog masih menemukan benda-benda peninggalan bangsa Kanaan. Misalnya, mereka menemukan kuil berumur 3.000 tahun dengan patung dewa Baal, dan lengkungan batu bata dari 3.800 tahun lalu yang mungkin digunakan untuk upacara keagamaan.

Mereka juga menemukan sisir gading kuno dengan tulisan paling awal yang pernah ditemukan. Tulisan itu adalah doa agar tidak terkena kutu di rambut dan janggut.

Penemu Alfabet

Yang paling terkenal, bangsa Kanaan dipercaya sebagai pencipta huruf alfabet pertama di dunia, sekitar 4.000 tahun lalu. Mereka menciptakan tulisan bernama proto-Sinaitik di tambang batu permata di Sinai. Tulisan ini nantinya berkembang menjadi huruf Fenisia, yang menjadi dasar huruf Ibrani, Yunani, dan Romawi (yang kita pakai sekarang). (*)

Editor : Richard Lawongan
#timur tengah #huruf alfabet #Bangsa Kanaan #Orang Kuno #penemu