RADARPAPUA - Sebuah tembok sepanjang 321 kilometer yang tersembunyi di tengah Gurun Gobi, Mongolia, akhirnya mulai mengungkap rahasianya setelah puluhan tahun membingungkan para arkeolog.
Dikenal sebagai Tembok Gobi, struktur ini kini dipahami bukan sekadar benteng pertahanan, melainkan alat pemerintahan canggih yang dibangun oleh Dinasti Xi Xia antara abad ke-11 hingga ke-13.
Penelitian internasional yang diterbitkan dalam jurnal Land ini dipimpin oleh Prof. Gideon Shelach-Lavi dan Dan Golan dari Universitas Ibrani Yerusalem, bersama Prof. Chunag Amartuvshin dari Universitas Nasional Mongolia dan Prof. William Honeychurch dari Universitas Yale.
Tim menggunakan gabungan citra satelit, survei darat, serta penggalian arkeologis di wilayah Provinsi Ömnögovi, Mongolia, untuk memahami struktur monumental tersebut.
Studi ini mengungkap bahwa Tembok Gobi merupakan bagian dari sistem kompleks yang mencakup menara pengawas, benteng, garnisun, dan parit. Infrastruktur ini dirancang strategis mengikuti lanskap alam seperti lembah dan bukit pasir, serta memanfaatkan sumber daya seperti air dan kayu.
Material pembangunannya pun berasal dari sekitar—tanah padat, batu, dan kayu—yang menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa di lingkungan ekstrem gurun Mongolia.
Dalam situs-situs utama seperti dua garnisun berkode G05 dan G10, tim peneliti menemukan keramik, koin, serta sisa-sisa hewan yang memperlihatkan adanya aktivitas manusia dari abad ke-2 SM hingga abad ke-19 M.
Namun, data radiokarbon dan bukti numismatik memperkuat bahwa masa penggunaan utama tembok ini terjadi saat puncak kekuasaan Dinasti Xi Xia, kekaisaran yang dipimpin oleh suku Tangut dan pernah menguasai wilayah barat Tiongkok dan selatan Mongolia.
Temuan ini mengubah cara pandang kita terhadap peran tembok dalam sejarah. Alih-alih sekadar menjadi garis pertahanan, para ilmuwan menilai Tembok Gobi sebagai instrumen manajemen kekuasaan.
Struktur ini berfungsi mengendalikan pergerakan manusia, distribusi sumber daya, serta memetakan zona pengaruh. Dengan kata lain, tembok ini adalah zona interaksi dan pengelolaan wilayah yang sangat dinamis.
Interpretasi baru ini juga memberi gambaran yang lebih luas tentang jaringan infrastruktur kuno di Asia Dalam.
Tembok Gobi kini sejajar dengan struktur ikonik seperti Tembok Besar Tiongkok—tidak hanya karena panjang dan daya tahannya, tetapi juga karena perannya dalam membentuk lanskap politik dan ekologi masa lalu.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan