RADARPAPUA – Seorang pengguna detektor logam amatir di Inggris menemukan cincin emas abad ke-18 dengan ukiran tengkorak dan tanggal kematian di ladang Norfolk.
Cincin ini diyakini sebagai cincin memento mori yang dibuat untuk mengenang Sir Bassingbourne Gawdy, seorang bangsawan Inggris yang meninggal pada 10 Oktober 1723.
Malcom Weale, sang penemu, mengungkapkan kegembiraannya saat menemukan cincin tersebut. "Saya tahu ini adalah sesuatu yang sangat istimewa dan saya melakukan sedikit tarian," katanya kepada BBC.
Cincin ini telah diteliti oleh para ahli melalui Skema Barang Antik Portabel Inggris dan British Museum.
Cincin emas ini memiliki bentuk tebal dengan bagian dalam yang datar, di mana terdapat ukiran tangan bertuliskan "B.G. Bart. ob: 10. Oct: 1723. aet: 56." Menurut British Museum, ukiran ini berarti "B.G. Baronet, meninggal 10 Oktober 1723, usia 56 tahun," yang mengindikasikan bahwa cincin ini dibuat untuk mengenang Sir Bassingbourne Gawdy, 3rd Baronet of Harling.
Bagian luar cincin menampilkan ukiran tengkorak yang terbuat dari enamel perhiasan, yang dibuat dengan meleburkan kaca atau keramik berwarna pada suhu tinggi.
Baca Juga: Penelitian Internasional Ungkap Fungsi Strategis Tembok Gobi Sepanjang 321 Kilometer di Mongolia
Tengkorak tersebut dibuat dengan latar belakang abu-abu dan garis-garis hitam untuk menciptakan tampilan yang mencolok.
Berdasarkan ukuran cincin yang setara dengan ukuran AS 6 atau 7 (UK ukuran L hingga N), kemungkinan cincin ini dibuat untuk wanita atau remaja.
Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa Sir Bassingbourne Gawdy meninggal dalam keadaan lajang dan gelar kebangsawanannya pun punah, sehingga tidak jelas siapa yang memesan atau mengenakan cincin ini untuk mengenangnya.
Penemuan ini menambah daftar panjang artefak bersejarah yang ditemukan oleh pengguna detektor logam di Inggris, yang sering kali memberikan wawasan baru tentang sejarah dan budaya masa lalu.(RP)
Sumber : livescience.com