Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Batuan di Tambang Batu Bara Mungkin Menyimpan Logam Langka untuk Teknologi Modern

Richard Lawongan • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:35 WIB

Michael Vanden Berg, ahli geologi dari Utah Geological Survey, memeriksa singkapan batu bara di dekat tambang tua Star Point di Utah.
Michael Vanden Berg, ahli geologi dari Utah Geological Survey, memeriksa singkapan batu bara di dekat tambang tua Star Point di Utah.

RADARPAPUA -
Peneliti menemukan bahwa tambang batu bara bisa menyimpan logam-logam langka yang sangat penting untuk membuat baterai, layar sentuh, mobil listrik, dan turbin angin.

Penelitian baru di tambang batu bara di negara bagian Utah dan Colorado, Amerika Serikat, menemukan bahwa batuan di sekitar lapisan batu bara ternyata mengandung logam langka seperti skandium, itrium, dan neodimium. Logam-logam ini dibutuhkan untuk teknologi modern seperti ponsel dan teknologi ramah lingkungan.

Saat ini, hampir semua logam langka itu diproses di China. Karena itu, pemerintah Amerika sedang mencari logam-logam ini di dalam negeri supaya tidak terlalu bergantung pada negara lain.

Peneliti bernama Lauren Birgenheier dari Universitas Utah mengatakan bahwa negaranya sangat membutuhkan logam-logam ini untuk teknologi masa depan. Ia dan timnya memeriksa 10 tambang batu bara, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi. Mereka menggunakan alat khusus untuk mencari jejak 17 logam langka di batuan di sekitar batu bara.

Hasilnya, sekitar 24% hingga 45% dari batuan di dekat batu bara mengandung cukup banyak logam langka. Bahkan, semua batuan vulkanik (batuan dari gunung api) yang mereka periksa mengandung logam langka dalam jumlah yang tinggi.

Peneliti juga menjelaskan bahwa logam-logam ini bisa saja berasal dari abu vulkanik atau sisa-sisa makhluk hidup yang tertimbun di rawa jutaan tahun lalu, lalu berubah menjadi batu bara. Logamnya mungkin kemudian menyebar ke batuan di sekitarnya.

Untuk bisa ditambang secara menguntungkan, batuan harus mengandung minimal 300 bagian logam langka dalam satu juta bagian batu. Tapi untuk penelitian ini, mereka memakai batas minimal 200 bagian untuk mengeksplorasi lebih lanjut.

Peneliti dari tempat lain juga sedang mencari logam langka di wilayah tambang batu bara lain di Amerika Serikat, seperti Gulf Coast, Wyoming, dan Illinois. Siapa tahu, batu bara ternyata bisa membantu kita menemukan bahan penting untuk masa depan. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Logam Langka #tambang #Batuan