RADARPAPUA - Penemuan Naskah Laut Mati telah lama merevolusi pemahaman kita tentang asal-usul Yudaisme dan Kekristenan. Namun, selama ini tanggal pasti dari setiap gulungan sulit ditentukan secara akurat. Kini, sebuah terobosan hadir dari tim internasional yang dipimpin Universitas Groningen dengan pengembangan model AI bernama Enoch.
Berbasis gabungan radiokarbon, paleografi, dan kecerdasan buatan, Enoch mampu memprediksi usia naskah kuno hanya dari bentuk tulisan tangan. Teknologi ini jauh lebih akurat dibanding metode tradisional, yang selama ini hanya mengandalkan analisis tulisan tangan secara visual dan subyektif.
Dalam uji awalnya, Enoch mengejutkan para peneliti: banyak gulungan ternyata lebih tua dari perkiraan sebelumnya. Bahkan, dua fragmen kitab suci, 4QDanielc dan 4QQoheleta, kini diyakini ditulis pada masa para penulisnya yang diduga berasal dari abad ke-2 dan ke-3 SM. Ini menjadikan mereka bukti tertua yang bertepatan dengan masa penulisan kitab-kitab tersebut.
Model ini dilatih menggunakan gambar digital naskah dan pola jejak tinta mikroskopis dengan presisi yang memungkinkan prediksi tanggal dengan margin kesalahan hanya sekitar 30 tahun. Akurasi ini bahkan mengungguli hasil langsung radiokarbon dalam periode 300–50 SM.
Lebih dari sekadar menata ulang kronologi, Enoch mengungkap bahwa gaya tulisan Hasmonean dan Herodian muncul lebih awal dari yang selama ini diyakini. Artinya, kedua gaya tersebut mungkin eksis berdampingan sejak abad ke-2 SM, bukan pertengahan abad pertama seperti pendapat sebelumnya.
Penemuan ini bukan hanya membuka babak baru dalam studi Naskah Laut Mati, tetapi juga memberikan wawasan segar tentang literasi, politik, dan perkembangan intelektual di Yudea kuno. Termasuk bagaimana urbanisasi dan bangkitnya kelompok keagamaan memengaruhi penyebaran teks-teks suci.
Dengan Enoch, kini dunia arkeologi memiliki alat kuantitatif yang dapat membantu mengungkap siapa dan kapan kitab-kitab suci kuno ditulis. Ini adalah langkah monumental menuju pemahaman lebih empiris atas “tangan-tangan yang menulis Alkitab.”(aj)