Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Niède Guidon: Pelopor Arkeologi Brasil yang Mengubah Sejarah Manusia di Amerika

Richard Lawongan • Kamis, 5 Juni 2025 | 22:25 WIB

Niède Guidon, arkeolog yang menemukan ratusan lukisan gua di Brasil, meninggal pada usia 92 tahun
Niède Guidon, arkeolog yang menemukan ratusan lukisan gua di Brasil, meninggal pada usia 92 tahun

RADARPAPUA - Kabar duka datang dari dunia arkeologi. Niède Guidon, arkeolog asal Brasil yang berjasa menemukan ratusan lukisan gua prasejarah dan menggugat teori migrasi manusia ke Amerika, wafat pada usia 92 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Taman Nasional Serra da Capivara yang selama puluhan tahun menjadi ladang penelitiannya.

Pada 1970-an, Guidon mendokumentasikan lukisan gua berwarna merah oker di negara bagian Piaui, Brasil timur laut. Lukisan yang dibuat dengan pigmen alami seperti oksida besi dan arang ini menggambarkan rusa, kapibara, hingga adegan berburu, melahirkan, menari, dan berciuman—memberi pandangan unik tentang kehidupan ribuan tahun lalu.

Berkat perjuangannya, kawasan ini dijadikan Taman Nasional Serra da Capivara pada 1979 dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 1991. Ia tak hanya menemukan jejak sejarah, tetapi juga melindunginya dari kerusakan akibat pengabaian dan perambahan.

Penemuan Guidon mengguncang teori lama bahwa manusia baru tiba di benua Amerika sekitar 13.000 tahun lalu melalui Selat Bering. Ia menemukan tulang manusia berusia 15.000 tahun, lukisan gua berumur 35.000 tahun, dan bekas api yang diperkirakan berasal dari 48.000 tahun lalu—menunjukkan bahwa manusia mungkin datang dari Afrika jauh lebih awal melalui jalur laut.

Lembaga konservasi dan budaya nasional Brasil memujinya sebagai sosok kunci dalam memahami sejarah pendudukan manusia di benua ini. "Visi dan keteguhan Guidon menjadikan Serra da Capivara salah satu situs arkeologi terpenting di dunia," kata pernyataan resmi mereka.

Lahir di pedalaman Sao Paulo pada 1933, Guidon menempuh pendidikan tinggi hingga ke Sorbonne, Prancis. Ia mendirikan Museum Foundation of the American Man dan memimpinnya selama lebih dari 30 tahun, menjadi motor pelestarian budaya dan ilmu pengetahuan di Brasil, meski kerap diabaikan pemerintah.

“Saya tak pernah peduli pada pendapat orang,” katanya dalam wawancara terakhir pada 2024. “Saya bekerja keras, membangun tim yang berkualitas, dan sejarah pun tercipta.” Kini, dunia mengenangnya bukan hanya sebagai ilmuwan, tapi juga sebagai simbol perjuangan untuk kebenaran ilmiah.(aj)

 
 
 
 
Editor : Richard Lawongan
#Brasil #warisan budaya #gua #seni #arkeologi #sejarah