Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Pertanian Kuno Menominee di Balik Hutan Michigan

Richard Lawongan • Minggu, 8 Juni 2025 | 11:46 WIB

Bedengan pertanian yang ditinggikan mencakup sekitar 70% area survei lidar di situs arkeologi Sixty Islands di sepanjang Sungai Menominee.
Bedengan pertanian yang ditinggikan mencakup sekitar 70% area survei lidar di situs arkeologi Sixty Islands di sepanjang Sungai Menominee.

RADARPAPUA - Di tengah dinginnya iklim dan lebatnya hutan Michigan, siapa sangka sistem pertanian maju pernah tumbuh subur? Sebuah studi terbaru dari Dartmouth mengungkap ladang kuno yang luas dan masih utuh di situs arkeologi Sixty Islands, di sepanjang Sungai Menominee, membalik anggapan umum soal pertanian di kawasan ini.

Situs tersebut menunjukkan adanya sistem ladang berpematang yang diperkirakan aktif sejak abad ke-10 hingga 1600 Masehi. Ladang ini dibentuk dari gundukan tanah setinggi 10–30 cm dan ditanami jagung, kacang, labu, serta tanaman pangan lainnya oleh leluhur suku Menominee, yang kini bermukim di Wisconsin.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa skala pertanian komunitas kuno Menominee ternyata sepuluh kali lebih besar dari yang pernah diperkirakan sebelumnya. Hal ini menantang asumsi bahwa hanya masyarakat hierarkis besar yang mampu mengelola pertanian dalam skala luas seperti ini.

Melalui teknologi pemindaian lidar berbasis drone, para arkeolog berhasil memetakan sekitar 330 hektare dari situs yang lebih luas. Mereka menemukan pola ladang berpematang, cincin tarian, fondasi bangunan kolonial, hingga gundukan pemakaman yang dulunya dianggap telah hilang.

Temuan menunjukkan bahwa ladang-ladang ini dibangun ulang selama 600 tahun dan menggunakan arang serta limbah rumah tangga sebagai pupuk. Bahkan, tanah basah dari rawa dimanfaatkan untuk memperkaya kesuburan, menunjukkan pengelolaan lahan yang sangat maju pada zamannya.

Penemuan ini mengubah pandangan sejarah, bahwa wilayah timur Amerika Utara kemungkinan dulunya penuh dengan ladang seperti ini. Sixty Islands juga menunjukkan bahwa bentang hutan Michigan mungkin pernah dibuka luas untuk keperluan pertanian.

Penelitian masih berlanjut, dengan kolaborasi erat antara tim arkeolog dan Suku Indian Menominee. Mereka kini berupaya memetakan kembali desa-desa leluhur dan melestarikan warisan budaya penting yang selama ini tersembunyi di balik hutan.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Pertanian #michigan #penemuan #arkeologi #sejarah