RADARPAPUA - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa perempuan Viking yang sedang hamil mungkin ikut bertarung dan memakai senjata. Ini berdasarkan cerita-cerita lama dan benda-benda kuno yang ditemukan di makam.
Biasanya, orang berpikir zaman Viking (sekitar tahun 800–1050 Masehi) hanya tentang pejuang laki-laki, tapi ternyata perempuan — bahkan yang sedang hamil — juga punya peran penting.
Para peneliti menemukan cerita dalam buku-buku lama (disebut saga) yang menceritakan perempuan hamil yang kuat. Salah satu contohnya adalah Guðrún, perempuan hamil yang anaknya nanti membalas dendam kematian ayahnya. Ada juga cerita tentang Freydís, yang sedang hamil besar dan melawan musuh dengan mengangkat pedang dan menakuti mereka.
Selain cerita, ditemukan juga patung kecil dari abad ke-10 di Swedia yang menggambarkan perempuan hamil memakai helm perang. Ini menunjukkan bahwa orang dulu mungkin melihat perempuan hamil sebagai sosok yang kuat dan penting, bukan hanya lemah.
Namun, tidak semua bayi yang lahir di zaman Viking mendapatkan perlakuan yang baik. Peneliti menemukan bahwa hanya sedikit makam yang berisi ibu dan bayinya. Bahkan, ada bayi yang dikubur bersama orang dewasa lain, mungkin sebagai bagian dari barang kuburan.
Di beberapa hukum zaman itu, bahkan ada tulisan bahwa jika seorang budak perempuan hamil, kehamilannya dianggap sebagai "cacat tubuh" saat dijual.
Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa kehamilan di zaman Viking bukan hal sepele. Kehamilan punya makna besar dalam keluarga, status sosial, dan kekuasaan pada masa itu.
Editor : Richard Lawongan