Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dulu, Orang Eropa Punya Kulit Gelap Sampai 3.000 Tahun Lalu

Richard Lawongan • Senin, 9 Juni 2025 | 22:18 WIB
Penelitian baru menemukan bahwa orang Eropa kuno cenderung memiliki kulit gelap, rambut gelap dan mata gelap hingga Zaman Besi. Tulang-belulang Manusia Cheddar (yang rekonstruksinya ditampilkan di sin
Penelitian baru menemukan bahwa orang Eropa kuno cenderung memiliki kulit gelap, rambut gelap dan mata gelap hingga Zaman Besi. Tulang-belulang Manusia Cheddar (yang rekonstruksinya ditampilkan di sin

RADARPAPUA - Penelitian baru menunjukkan bahwa kebanyakan orang Eropa zaman dulu punya kulit, rambut, dan mata yang gelap. Warna kulit cerah baru mulai muncul sekitar 14.000 tahun lalu, tapi baru jadi umum sekitar 3.000 tahun lalu, saat Zaman Besi.

Para ilmuwan mempelajari 348 DNA kuno dari 34 negara. Mereka temukan bahwa awalnya semua manusia modern punya warna gelap, karena berasal dari Afrika. Warna kulit cerah mungkin membantu tubuh membuat vitamin D di daerah yang sinarnya tidak sekuat di Afrika.

Mata biru dan hijau juga mulai muncul sekitar 14.000 tahun lalu, terutama di Eropa Utara dan Barat, tapi waktu itu masih jarang. Rambut dan kulit gelap tetap lebih umum hingga ribuan tahun kemudian.

Sampai sekitar 5.000 tahun lalu, kulit gelap masih sering ditemukan di Eropa, dan beberapa orang bahkan masih punya gen kulit gelap hingga 3.000 tahun lalu. Para ahli belum tahu pasti kenapa warna-warna cerah ini akhirnya jadi lebih umum. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Eropa #kulit gelap #genetik #zaman besi #DNA kuno #sejarah #Evolusi #warna kulit #warna mata