RADARPAPUA – Penemuan menakjubkan datang dari kawasan pesisir barat laut Israel. Tim arkeolog dari Otoritas Purbakala Israel (IAA) menemukan sebuah sarkofagus Romawi berusia sekitar 1.700 tahun di luar tembok kota kuno Caesarea.
Penemuan ini tak hanya luar biasa dari sisi umur dan pelestarian, namun juga dari segi kisah artistik yang diukir di atasnya.
Sarkofagus ini menampilkan adegan mitologis unik: perlombaan minum antara Hercules dan Dionysus.
Dalam mitologi Yunani dan Romawi, Dionysus (atau Bacchus dalam versi Romawi) dikenal sebagai dewa anggur dan pesta pora.
Ia digambarkan sedang dalam prosesi meriah bersama satyr, pengikut perempuan, dan Pan, dewa alam liar.
Hercules, sang pahlawan setengah dewa, terlihat rebah di atas kulit singa sambil memegang cawan anggur, sebagai tanda kekalahan dalam kontes melawan Dionysus.
“Ini bukan sekadar karya seni, tapi potret budaya,” ujar Mark Avrahami, kepala konservasi seni di IAA. “Sangat jarang kita menemukan sarkofagus dengan detail seperti ini, bahkan di tingkat dunia.”
Penemuan ini merupakan kali pertama adegan mitologi tersebut ditemukan pada sarkofagus dari wilayah Israel, meskipun gambar serupa pernah terlihat dalam mozaik dari periode yang sama.
Yang membuatnya lebih menarik, artefak ini ditemukan dalam kondisi terfragmentasi di bawah bukit pasir, dan butuh proses konservasi hati-hati untuk mengembalikannya ke bentuk semula.
Arkeolog Nohar Shahar menjelaskan bahwa figur-figur dalam ukiran tersebut tidak sekadar menggambarkan pesta, melainkan melambangkan perjalanan jiwa menuju kehidupan setelah kematian.
“Dionysus dan rombongannya seolah mengantar orang mati ke dunia selanjutnya, bukan dengan kesedihan, tapi dengan tarian dan perayaan,” jelasnya. Perspektif ini mencerminkan cara orang Romawi memaknai kematian sebagai awal baru, bukan akhir.
Selain sarkofagus, ditemukan pula lempengan marmer bertuliskan nama-nama di sekitar lokasi, mengindikasikan bahwa area luar tembok kota Caesarea dulunya juga padat penduduk dan kaya akan peninggalan sejarah—lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.
“Penemuan ini menggugah kita untuk melihat kembali bagaimana masyarakat Romawi menjalani hidup dan memaknai kematian.
Seni, mitologi, dan ritual mereka menjadi satu kesatuan yang utuh,” kata Direktur Jenderal IAA, Eli Escusido.
Sarkofagus tersebut kini tengah menjalani proses konservasi menyeluruh dan direncanakan akan dipamerkan kepada publik setelah selesai direstorasi.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan