Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Evolusi Manusia: Kisah Perjalanan Manusia Selama 300.000 Tahun

Richard Lawongan • Rabu, 11 Juni 2025 | 00:12 WIB
Para seniman telah menggunakan kerangka yang ditemukan di Jebel Irhoud di Maroko untuk menunjukkan seperti apa manusia tertua dari spesies kita.
Para seniman telah menggunakan kerangka yang ditemukan di Jebel Irhoud di Maroko untuk menunjukkan seperti apa manusia tertua dari spesies kita.

RADARPAPUA - Pada tahun 1758, seorang ilmuwan dari Swedia bernama Carl Linnaeus memberi nama ilmiah untuk manusia: Homo sapiens, yang artinya "manusia bijak". Tapi baru pada tahun 1859, Charles Darwin menjelaskan bagaimana manusia bisa menjadi seperti sekarang melalui teori evolusi. Artinya, manusia berubah secara perlahan dari waktu ke waktu agar bisa bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya.

Selama 150 tahun terakhir, para ilmuwan terus meneliti asal-usul manusia. Mereka menggunakan tulang-belulang kuno dan DNA modern. Sekarang kita tahu bahwa manusia seperti kita sudah ada sejak 300.000 tahun lalu — dan kita masih terus berubah.


5 Fakta Cepat tentang Evolusi Manusia

  1. Manusia dan simpanse punya nenek moyang yang sama sekitar 7 juta tahun lalu.

  2. Semua manusia sekarang berasal dari Afrika.

  3. Jalan dengan dua kaki bikin punggung dan lutut kita sering sakit.

  4. Bayi punya lebih dari 300 tulang, tapi saat dewasa tinggal 206.

  5. Gigi bungsu adalah sisa dari zaman dulu — bahkan ada orang yang tidak punya sama sekali.


Hubungan Manusia dengan Kera

Manusia punya hubungan dekat dengan kera seperti simpanse dan bonobo. Kita punya DNA yang hampir sama. Tapi, nenek moyang kita dan mereka berpisah jalan jutaan tahun lalu. Kera tetap hidup di hutan dan berjalan dengan empat kaki. Tapi nenek moyang manusia mulai berjalan dengan dua kaki (disebut bipedalisme), dan ini membantu mereka bertahan di padang rumput Afrika.

Dengan berjalan tegak, tangan mereka bebas untuk membuat dan memakai alat. Ini juga memungkinkan mereka menjelajah tempat-tempat baru di seluruh dunia.


Di Mana Manusia Pertama Muncul?

Manusia modern (Homo sapiens) pertama muncul di Afrika, lebih dari 300.000 tahun lalu. Tulang-tulang manusia tertua ditemukan di Maroko. Mereka sudah bisa membuat alat dan seni. Ada juga ilmuwan yang percaya manusia mungkin sudah ada sejak 1 juta tahun lalu, dan hidup di berbagai bagian Afrika seperti timur, barat, dan selatan. Kadang-kadang, kelompok-kelompok ini bertemu dan punya anak bersama.


Kapan Manusia Menyebar ke Dunia?

Sekitar 2 juta tahun lalu, sebelum Homo sapiens muncul, manusia purba bernama Homo erectus mulai keluar dari Afrika. Setelah Homo sapiens muncul, mereka juga menjelajah dunia. Mereka sampai ke Eropa, Asia, Australia, bahkan kepulauan di Pasifik. Amerika adalah tempat terakhir yang mereka tempati, sekitar 21.000 hingga 14.000 tahun lalu.


Mengapa Warna Kulit Manusia Berbeda-Beda?

Dulu, hampir semua manusia berkulit gelap. Tapi sekitar 14.000 sampai 3.000 tahun lalu, muncul perubahan pada DNA yang membuat kulit, rambut, dan mata jadi lebih terang. Ini lebih umum di tempat yang jarang matahari seperti Eropa utara, karena kulit terang lebih mudah menyerap vitamin D dari sinar matahari.

Sebaliknya, di daerah panas, kulit gelap lebih baik karena punya zat melanin yang melindungi tubuh dari sinar matahari berbahaya.

Sekarang, berkat makanan bergizi dan teknologi seperti sunblock, orang dengan warna kulit apa pun bisa tinggal di mana saja.


Apakah Manusia Masih Berevolusi?

Ya, manusia masih terus berubah! Contohnya, gigi bungsu. Dulu, manusia punya rahang besar untuk mengunyah makanan keras. Sekarang, banyak orang tidak punya gigi bungsu karena kita makan makanan yang lebih lembut.

Contoh lainnya adalah orang Tibet. Mereka tinggal di pegunungan tinggi, tempat udara tipis. Dalam waktu hanya 2.700 tahun, mereka punya gen khusus bernama EPAS1 yang membantu tubuh mereka hidup di tempat tinggi. Ini adalah salah satu evolusi tercepat yang pernah ditemukan! (*)

Editor : Richard Lawongan
#nenek moyang manusia #homo sapiens #gen #evolusi manusia #afrika #perubahan #Sejarah Manusia #warna kulit