Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Anggur, Kismis, dan Tipu Daya: Rahasia Manis dari Kebun Anggur Romawi di Kreta

Richard Lawongan • Kamis, 12 Juni 2025 | 22:46 WIB

Bagaimana saya mengungkap potensi penipuan anggur Romawi kuno
Bagaimana saya mengungkap potensi penipuan anggur Romawi kuno

RADARPAPUA - Sebelum gula buatan hadir, manusia mengandalkan manis alami seperti madu dan buah kering. Salah satu bentuk kenikmatannya adalah anggur kismis—anggur yang dibuat dari buah anggur yang telah dikeringkan sebelum difermentasi. Di masa Romawi dan Eropa abad pertengahan, jenis anggur ini sangat dihargai, termasuk varian terkenalnya, Malmsey.

Saat ini, anggur kismis seperti Amarone dari Italia masih diproduksi dengan teknik tradisional: anggur dikeringkan selama tiga bulan sebelum diperas. Namun, proses ini memakan waktu dan tenaga. Tak heran jika permintaan besar di masa lalu mungkin mendorong produsen anggur untuk mencari jalan pintas demi memenuhi pasar yang haus akan manisnya anggur mewah.

Penelitian arkeologi di Knossos, Kreta—pulau terbesar di Yunani—mengungkap hal mengejutkan. Meski dulunya terkenal sebagai pusat produksi anggur kismis berkualitas tinggi, data arkeologis menunjukkan bahwa produsen di Knossos mungkin tidak selalu mengikuti metode tradisional. Mereka tampaknya mencampurkan madu ke dalam anggur untuk meniru rasa manis khas anggur kismis.

Di sekitar lokasi produksi anggur dan keramik, ditemukan empat jenis artefak utama: amphora (wadah anggur), penyangga amphora, mangkuk pencampur besar, dan sarang lebah keramik. Bukti dari sarang lebah menunjukkan hubungan erat antara produksi madu dan anggur. Teknik ini memungkinkan produksi dalam waktu yang jauh lebih singkat dibanding pengeringan anggur secara alami.

Walau ini mungkin dianggap kecurangan oleh standar saat ini, masyarakat Romawi tampaknya tidak keberatan. Volume besar amphora Kreta yang ditemukan di situs Romawi mengisyaratkan bahwa rasa dan ketersediaan lebih penting daripada keaslian. Bahkan ahli kesehatan seperti Dioscorides memuji anggur manis Kreta untuk khasiat medisnya.

Dengan lokasi strategis di jalur pelayaran dari Alexandria ke Italia dan reputasi sebagai produsen anggur eksklusif, Kreta memanfaatkan peluang itu dengan baik. Entah anggurnya berasal dari kismis sejati atau campuran madu, yang jelas—peminum anggur Romawi tetap menikmati hasilnya. Kadang, sedikit trik pun bisa menjadi resep sukses yang manis.(aj)

 
 
 
 
 
Editor : Richard Lawongan
#Kreta #romawi #sejarah anggur #arkeologi #fakta makanan