Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Lubang Kecil di Gigi Fosil Berusia 2 Juta Tahun Bisa Ungkap Hubungan Keluarga Manusia Purba

Richard Lawongan • Kamis, 12 Juni 2025 | 23:24 WIB

Tengkorak P. robustus yang diteliti untuk mengetahui ciri-ciri giginya.
Tengkorak P. robustus yang diteliti untuk mengetahui ciri-ciri giginya.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan sesuatu yang menarik di gigi fosil makhluk mirip manusia yang sudah punah, namanya Paranthropus. Di gigi mereka, ada banyak lubang kecil dan bundar. Lubang-lubang ini sudah membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Tapi sekarang, para peneliti punya petunjuk baru: mungkin lubang ini berasal dari gen (diturunkan dari orang tuanya), bukan karena sakit atau makanan.

Seorang peneliti bernama Ian Towle bilang bahwa gigi bisa menyimpan banyak informasi tentang bagaimana manusia berkembang dari masa ke masa.

Dalam penelitian terbaru, mereka melihat puluhan gigi kuno dari Afrika, yang usianya antara 1 hingga 3 juta tahun. Hasilnya, lubang-lubang ini banyak ditemukan di gigi Paranthropus dari Afrika Selatan. Sekitar setengah dari fosil mereka punya lubang seperti ini.

Anehya, gigi dari makhluk kuno lainnya jarang sekali punya lubang seperti itu. Bahkan gigi dari Australopithecus africanus (kerabat manusia lain yang juga hidup di Afrika) hampir tidak ada lubang seperti itu. Tapi kerabat dari Afrika Timur kadang-kadang punya, jadi mungkin Paranthropus lebih dekat hubungan keluarganya dengan mereka.

Beberapa spesies dari kelompok manusia (Homo), seperti Homo floresiensis (dikenal juga sebagai “hobbit”) juga punya lubang serupa, walaupun sangat jarang. Ini bisa berarti mereka masih punya hubungan dengan kerabat manusia yang lebih tua.

Tapi karena bukti lubangnya masih sedikit, para ilmuwan belum bisa memastikan semuanya. Mereka ingin terus meneliti lebih lanjut, bahkan mungkin melihat protein kuno di dalam gigi untuk tahu lebih banyak.

Kesimpulannya, lubang-lubang kecil di gigi ini ternyata bisa sangat penting untuk mengetahui bagaimana manusia dan kerabatnya berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. (*)

Editor : Richard Lawongan
#fosil #gigi #manusia purba #lubang