Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tafsiran Lirik Lagu Rohani 'Hosanna': Seruan Sukacita dan Penyerahan Diri

Prisilia Rumengan • Minggu, 15 Juni 2025 | 21:28 WIB
Ilustrasi seorang sedang berdoa (canva.com)
Ilustrasi seorang sedang berdoa (canva.com)

RADARPAPUA – Lagu rohani "Hosanna" yang diciptakan oleh Brooke Fraser dan dipopulerkan oleh Hillsong United bukan sekadar nyanyian, melainkan seruan rohani penuh makna yang menggema di hati umat Kristen di seluruh dunia.

Lagu ini menjadi salah satu simbol penyembahan yang mendalam, terutama karena kata "Hosanna" sendiri membawa sejarah spiritual dan kekuatan emosional yang kuat.

Secara harfiah, “Hosanna” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “selamatkanlah kami” atau “tolonglah kami sekarang juga.”

Namun dalam konteks kekristenan modern, kata ini berkembang menjadi seruan pujian, sukacita, dan pengakuan akan kebesaran Tuhan yang bertahta di surga.

Bagian utama dari lagu ini, “Hosanna, Hosanna, Hosanna in the highest”, berfungsi sebagai inti penyembahan.

Pengulangan kata-kata ini bukan tanpa alasan. Ia mengajak jemaat untuk meninggikan Tuhan yang bertakhta di tempat tertinggi, sebagai bentuk pengakuan atas kedaulatan dan kemuliaan-Nya.

Lirik selanjutnya, “Lord, we lift up Your name, with hearts full of praise”, menggambarkan bentuk pujian yang lahir dari hati.

Dalam tradisi penyembahan, meninggikan nama Tuhan bukan sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga hidup dalam cara yang memuliakan-Nya.

Hati yang penuh pujian menandakan kejujuran, rasa syukur, dan keterhubungan pribadi dengan Tuhan.

Penutup lagu, “Be exalted, O Lord my God, Hosanna in the highest”, adalah doa yang bersifat universal namun juga sangat personal.

“Be exalted” berarti kerinduan agar Tuhan ditinggikan, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam keseharian umat percaya.

Penyebutan “O Lord my God” menunjukkan relasi yang intim antara umat dan Sang Pencipta, bukan sekadar pengakuan atas kuasa, melainkan juga kedekatan yang penuh kasih.

Lagu ini mengingatkan kita pada peristiwa Minggu Palma, ketika Yesus dielu-elukan saat masuk ke Yerusalem.

Warga berseru “Hosanna” sebagai bentuk penerimaan atas Yesus sebagai Mesias dan Raja.

Dalam konteks modern, seruan itu tidak hanya menjadi bagian dari sejarah iman, tetapi juga panggilan bagi setiap pribadi untuk terus meninggikan Tuhan dalam setiap aspek hidupnya.

Tak heran jika lagu ini begitu diterima di banyak gereja dan komunitas penyembahan.

Lagu “Hosanna” telah menjadi simbol harapan, pengakuan akan otoritas Ilahi, serta undangan untuk memuliakan Tuhan dengan sepenuh hati.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#lirik lagu #Lagu Rohani #lirik lagu rohani #tafsiran #makna #Hillsong