RADARPAPUA - Berita sains minggu ini membahas dua hal seru: siapa sebenarnya "Manusia Naga", dan ke mana perginya materi yang hilang di alam semesta.
Pada tahun 1933, seorang pekerja di Tiongkok menemukan tengkorak manusia aneh dengan kepala besar dan mata besar. Hampir 90 tahun kemudian, para ilmuwan memberinya nama Homo longi atau "Manusia Naga". Tapi banyak ilmuwan lain tidak setuju dan bilang itu adalah bagian dari manusia kuno yang disebut Denisovan. Sekarang, dua penelitian baru mengklaim sudah menemukan jawaban akhirnya.
Selain itu, ilmuwan juga semakin dekat menemukan "materi biasa" yang selama ini hilang di alam semesta. Materi ini seharusnya ada banyak, tapi baru setengahnya yang bisa dilihat oleh ilmuwan. Untuk mencarinya, mereka mempelajari kilatan cahaya cepat dari luar galaksi, yang bisa menunjukkan tempat materi itu berada — dan mereka mungkin sudah menemukannya.
Ada juga berita soal jamur ajaib. Dalam satu penelitian, satu dosis zat dari jamur psilocybin bisa membantu orang keluar dari depresi hingga lima tahun! Sekitar 67% orang yang ikut uji coba merasa lebih baik dan tidak lagi cemas.
Di bidang teknologi, para peneliti menemukan bahwa kecerdasan buatan (AI) canggih seperti ChatGPT bisa menghasilkan polusi karbon sampai 50 kali lebih banyak dibanding AI biasa. Ini karena butuh energi besar untuk memproses pertanyaan sulit.
Sementara itu, gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Indonesia meletus dua kali dalam dua hari, mengeluarkan asap tebal setinggi 10 kilometer! Awan berbentuk jamur ini bisa terlihat dari 150 km jauhnya, dan untungnya tidak ada korban jiwa.
Akhirnya, para ilmuwan juga membahas warna ungu. Ternyata warna ungu tidak muncul di spektrum cahaya, tapi kita bisa melihatnya karena otak kita menggabungkan warna biru dan merah. Jadi, warna ungu itu "buatan otak", bukan warna cahaya yang asli! (*)
Editor : Richard Lawongan