RADARPAPUA - Semua benda di alam semesta ini, termasuk tubuh kita, udara, air, dan bintang-bintang, terbuat dari bagian-bagian kecil yang disebut atom. Tapi, dari mana atom itu berasal?
Atom adalah bagian kecil yang sangat penting. Di tengah atom ada inti yang terdiri dari proton dan neutron. Di sekeliling inti, ada elektron yang berputar-putar seperti planet mengelilingi matahari. Proton punya muatan positif, neutron tidak punya muatan, dan elektron punya muatan negatif. Karena jumlah proton dan elektronnya sama, atom jadi tidak bermuatan.
Sekitar 400.000 tahun setelah Big Bang, yaitu ledakan besar yang dipercaya sebagai awal mula alam semesta, atom-atom pertama seperti hidrogen dan helium mulai terbentuk. Saat itu, suhu alam semesta mulai mendingin, jadi elektron bisa menempel ke inti dan membentuk atom. Sebelumnya, suhu terlalu panas dan elektron tidak bisa menempel.
Tapi atom yang membentuk tubuh kita dan benda di Bumi, seperti karbon dan oksigen, bukan terbentuk saat itu. Atom-atom berat seperti itu terbentuk di dalam bintang-bintang. Suhu dan tekanan yang sangat besar di dalam bintang bisa membuat partikel kecil seperti proton dan neutron saling menempel dan membentuk atom yang lebih berat. Proses ini disebut fusi.
Namun, bintang hanya bisa membuat unsur sampai besi. Untuk unsur yang lebih berat seperti emas, dibutuhkan peristiwa besar seperti ledakan bintang (supernova) atau tabrakan dua bintang neutron. Ledakan ini menghasilkan energi sangat besar yang bisa menciptakan unsur-unsur berat dan menyebarkannya ke seluruh alam semesta.
Hampir semua benda di alam semesta terbuat dari atom. Tapi ilmuwan juga menemukan bahwa ada sesuatu yang disebut materi gelap, yang tidak terbuat dari atom dan belum bisa dijelaskan secara pasti.
Jadi, bisa dibilang bahwa semua yang ada di sekitar kita — termasuk kamu dan aku — berasal dari bintang (*)
Editor : Richard Lawongan