Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Peta Alam Semesta Terbesar Ungkap Energi Gelap Mungkin Selama Ini Kita Salah

Richard Lawongan • Rabu, 25 Juni 2025 | 23:23 WIB

Instrumen Spektroskopi Energi Gelap memetakan langit malam dari Teleskop 4 meter Nicholas U. Mayall di Arizona.
Instrumen Spektroskopi Energi Gelap memetakan langit malam dari Teleskop 4 meter Nicholas U. Mayall di Arizona.
RADARPAPUA – Para ilmuwan luar angkasa membuat peta terbesar alam semesta dan menemukan sesuatu yang mengejutkan: energi gelap, yaitu kekuatan misterius yang dipercaya membuat alam semesta terus mengembang, mungkin tidak seperti yang kita pikirkan selama ini.

Peta ini dibuat dengan melihat hampir 15 juta galaksi dan benda luar angkasa lainnya, yang sudah ada sejak 11 miliar tahun lalu. Data ini dikumpulkan oleh teleskop khusus bernama DESI di Amerika Serikat.

Apa itu energi gelap dan kenapa penting?

Energi gelap adalah kekuatan yang membuat alam semesta terus bertambah besar. Tapi energi ini tidak bisa dilihat atau disentuh. Para ilmuwan selama ini percaya energi gelap itu tetap sama sejak awal waktu. Tapi, dari hasil penelitian terbaru, mungkin saja energi ini sedang melemah atau berubah seiring waktu.

Kenapa ini bikin bingung para ilmuwan?

Kalau energi gelap berubah-ubah, berarti model atau teori lama tentang bagaimana alam semesta bekerja bisa jadi salah. Ini membuat para ilmuwan harus memikirkan ulang banyak hal tentang alam semesta, termasuk bagaimana semuanya dimulai dan bagaimana nanti akhirnya.

Bagaimana mereka tahu?

Selain data dari teleskop DESI, para ilmuwan juga membandingkan hasilnya dengan cahaya dari bintang-bintang yang meledak (supernova), cahaya sisa dari Big Bang, dan cara cahaya melengkung karena gravitasi. Semua ini menunjukkan bahwa energi gelap mungkin tidak stabil, melainkan berubah-ubah.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Penelitian ini belum sepenuhnya selesai. Masih perlu waktu dan data lebih banyak untuk memastikan semuanya. Tapi kalau benar, ini bisa jadi penemuan paling besar tentang energi gelap dalam 25 tahun terakhir.

Teleskop-teleskop baru, seperti teleskop Euclid milik Eropa dan teleskop luar angkasa Roman milik NASA, akan membantu para ilmuwan menjawab misteri ini. Mereka berharap bisa tahu lebih banyak tentang bagaimana alam semesta ini bekerja. (*)

Editor : Richard Lawongan
#alam semesta #PETA #energi gelap