Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ilmuwan Ciptakan Bahan Bangunan 'Hidup' yang Bisa Menyerap CO2 dari Udara

Richard Lawongan • Kamis, 26 Juni 2025 | 23:27 WIB

Para ilmuwan telah mengembangkan bahan "hidup" baru. Gambar sebelah kiri menunjukkan "nanas" yang dicetak 3D dengan ganggang biru-hijau yang tumbuh di dalamnya.
Para ilmuwan telah mengembangkan bahan "hidup" baru. Gambar sebelah kiri menunjukkan "nanas" yang dicetak 3D dengan ganggang biru-hijau yang tumbuh di dalamnya.

RADARPAPUA -
Ilmuwan di Swiss berhasil menciptakan bahan baru yang disebut bahan "hidup" karena di dalamnya ada ganggang biru-hijau (disebut juga cyanobacteria). Bahan ini bisa menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara dan mengubahnya menjadi oksigen dan gula menggunakan cahaya matahari dan air. Proses ini mirip seperti yang dilakukan tumbuhan saat berfotosintesis.

Bahan ini juga bisa mengubah CO2 menjadi batu kapur kecil (seperti batu gamping), yang membuat bahan itu makin kuat dan bisa menyimpan CO2 dalam waktu lama. Jadi, bahan ini tidak hanya menyerap CO2, tapi juga menguncinya dalam bentuk batu, supaya tidak kembali ke udara.

Kalau diberi nutrisi seperti kalsium dan magnesium, bahan ini jadi makin kokoh karena bisa membuat semacam “tulang” dari mineral. Karena itu, bahan ini bisa digunakan untuk melapisi dinding gedung dan membantu mengurangi CO2 di udara.

Dalam penelitian selama 400 hari, bahan ini menyerap sekitar 26 miligram CO2 per gram bahan. Hasil ini lebih bagus dibanding cara lain yang juga menyerap CO2.

Dasar dari bahan ini adalah gel khusus yang bisa dicetak dengan printer 3D, lalu ganggang biru-hijau dibiakkan di dalamnya. Gel ini dirancang agar cahaya, air, dan CO2 bisa masuk dengan mudah, sehingga ganggang bisa tumbuh dan bekerja dengan baik.

Para peneliti juga memamerkan bahan ini dalam pameran arsitektur di Venesia dalam bentuk batang pohon buatan. Setiap batang itu bisa menyerap 18 kilogram CO2 per tahun, sama seperti satu pohon pinus berumur 20 tahun.

Ke depannya, para ilmuwan ingin mengubah gen ganggang supaya bisa bekerja lebih cepat dalam menyerap CO2. Mereka berharap bahan ini bisa digunakan untuk membantu melawan perubahan iklim dengan cara yang ramah lingkungan dan hemat energi. (*)

Editor : Richard Lawongan
#CO2 #ciptaan #bahan bangunan