RADARPAPUA – Sebuah terobosan besar kembali datang dari dunia astronomi. Minggu ini, para ilmuwan mengumumkan hasil pertama dari Observatorium Vera C. Rubin di Chile, termasuk salah satu gambar paling memukau dari ruang angkasa: Nebula Trifid, atau yang dikenal juga sebagai Messier 20.
Gambar ini diabadikan oleh kamera digital terbesar di dunia, yakni kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST) yang memiliki resolusi mencengangkan sebesar 3.200 megapiksel.
Terpasang pada Teleskop Survei Simonyi dengan cermin berdiameter 8,4 meter, kamera ini mampu menangkap detil luar biasa dari objek-objek langit.
Salah satu gambar unggulan menampilkan Nebula Trifid, awan gas dan debu kosmik yang ikonik karena terbagi menjadi tiga bagian berbeda. Warna merah muda dalam gambar menunjukkan nebula emisi, yaitu gas terionisasi yang bersinar karena energinya sendiri.
Sementara warna biru adalah nebula refleksi, yang memantulkan cahaya bintang-bintang di sekitarnya.
Garis-garis gelap yang tampak adalah nebula gelap, yaitu jalur debu yang membelah objek ini dan membentuk jaringan rumit yang menyimpan gugus bintang muda di dalamnya.
Lebih dari sekadar pemandangan yang menawan, gambar ini merekam dinamika pembentukan bintang.
Di dalam Nebula Trifid, bintang-bintang muda tengah lahir dan melepaskan radiasi yang memahat awan gas di sekitarnya menjadi struktur yang kompleks.
Gambar ini dihasilkan dari 664 eksposur selama empat malam pada Mei 2025, dan kini tersedia secara daring dalam format unduhan 40 megapiksel maupun tampilan interaktif.
Proyek ini bukan hanya soal keindahan visual. Dalam satu dekade ke depan, observatorium Rubin akan memotret langit bagian selatan setiap tiga hingga empat hari, menciptakan survei time-lapse paling besar sepanjang sejarah astronomi.
Setiap titik langit, termasuk Nebula Trifid, akan direkam hingga 800 kali, memungkinkan peneliti untuk melacak perubahan, gerakan, dan kejadian langit secara dinamis.
Yang mengejutkan, hanya dalam minggu pertama pengoperasiannya, teleskop ini telah mengidentifikasi lebih dari 2.100 asteroid baru.
Dalam jangka panjang, proyek ini diperkirakan akan mengungkap jutaan objek luar angkasa, termasuk supernova yang belum diketahui hingga objek dekat Bumi yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Bagi masyarakat umum, gambar-gambar luar biasa ini bisa diakses secara gratis. Bahkan, Anda bisa memperbesar detailnya hingga menyentuh ujung bintang-bintang di galaksi jauh.
Untuk penikmat keindahan langit dan peneliti sekaligus, ini adalah era baru eksplorasi alam semesta yang belum pernah terjadi sebelumnya.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan