Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Ledakan Ganda Bintang di Alam Semesta Ubah Pemahaman Supernova

Prisilia Rumengan • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:51 WIB

SNR 0509-67.5, kalsium ditampilkan dalam warna biru, dan muncul dalam dua cangkang konsentris yang menunjukkan adanya ledakan ganda(credit: ESO/P. Das et al. Background stars (Hubble): K. Noll et al)
SNR 0509-67.5, kalsium ditampilkan dalam warna biru, dan muncul dalam dua cangkang konsentris yang menunjukkan adanya ledakan ganda(credit: ESO/P. Das et al. Background stars (Hubble): K. Noll et al)

RADARPAPUA – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, astronom berhasil merekam bukti visual luar biasa tentang bintang yang mengalami dua kali ledakan sebelum akhirnya hancur total.

Fenomena langka ini ditemukan dalam studi terhadap SNR 0509-67.5, sisa supernova Tipe Ia yang menyisakan dua cincin konsentris kalsium.

Tim peneliti menggunakan instrumen Multi Unit Spectroscopic Explorer di Teleskop Sangat Besar (Very Large Telescope/VLT) milik Observatorium Selatan Eropa untuk meneliti sisa-sisa ledakan bintang yang terjadi berabad-abad lalu.

Hasilnya, mereka mendeteksi dua cincin kalsium yang menjadi bukti adanya dua fase ledakan, yang disebut sebagai ledakan ganda.

Ledakan seperti ini terjadi pada bintang katai putih, sejenis bintang mati yang mencuri materi dari bintang tetangganya.

Dalam kasus ini, ledakan pertama dipicu oleh pembakaran helium yang berhasil dikumpulkan oleh katai putih dari pasangannya.

Energi dari ledakan awal itu kemudian memicu gelombang kejut yang menghancurkan inti bintang dalam ledakan kedua yang lebih kuat.

Priyam Das, penulis utama studi sekaligus mahasiswa pascasarjana dari Universitas New South Wales Canberra, menjelaskan bahwa penemuan ini sangat penting karena membuka tabir baru dalam mekanisme ledakan supernova Tipe Ia yang selama ini masih diperdebatkan.

“Meskipun perannya sangat penting dalam astronomi, kita belum benar-benar memahami secara pasti bagaimana bintang katai putih meledak,” katanya dalam pernyataan resmi yang diterbitkan pada 2 Juli dalam jurnal Nature Astronomy.

Supernova Tipe Ia sangat krusial dalam astronomi karena digunakan sebagai lilin standar alat ukur utama untuk mengetahui jarak galaksi dan mengukur kecepatan ekspansi alam semesta.

Selama ini, para ilmuwan berasumsi bahwa semua supernova Tipe Ia memiliki tingkat kecerahan yang seragam, sehingga cocok dijadikan acuan dalam menghitung konstanta Hubble, yang mengukur laju perluasan alam semesta.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hasil pengukuran yang saling bertentangan terkait konstanta Hubble memunculkan perdebatan besar di kalangan kosmolog.

Penemuan ledakan ganda ini bisa menjadi kunci untuk menjawab misteri tersebut.

“Bukti visual seperti ini sangat penting. Ini bukan hanya membantu kita memahami bagaimana bintang meledak, tetapi juga membuka peluang untuk memecahkan krisis dalam kosmologi modern,” kata astrofisikawan nuklir Ivo Seitenzahl dari Universitas yang sama.

Ia menekankan bahwa tidak semua ledakan bintang harus menunggu sampai mencapai massa kritis seperti yang selama ini diyakini.

Das menambahkan, “Mengungkap mekanisme internal dari ledakan kosmik yang sangat kuat ini adalah pencapaian yang memuaskan baik secara ilmiah maupun visual. Ini adalah keindahan sains sekaligus keindahan alam semesta.” (Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#alam semesta #supernova #bintang #penemuan #tata surya #ledakan