RADARPAPUA - Sebuah studi baru mengungkap aktivitas manusia purba 430.000 tahun lalu di Marathousa 1, Yunani, salah satu situs tertua pengolahan daging hewan di kawasan Balkan selatan. Di sana, para peneliti menemukan alat batu bersama sisa tulang gajah purba Palaeoloxodon antiquus—menandakan bahwa manusia telah memotong bangkai raksasa ini dengan alat-alat kecil namun tajam.
Penelitian internasional ini dipimpin oleh Senckenberg Center dan Universitas Tübingen, Jerman. Tim memeriksa alat-alat batu dari radiolarite, batu sangat keras yang cocok untuk membuat serpihan tajam. Alat ini dibuat dengan teknik pukulan bebas maupun teknik bipolar—yakni memukul batu di atas landasan untuk memaksimalkan penggunaannya.
Gigi-gigi pemotongan pada tulang gajah menunjukkan bukti kuat aktivitas manusia: memotong, membelah, dan mengolah daging. Ini menegaskan bahwa hominin Marathousa 1 bukan hanya mengumpulkan bangkai, tapi memprosesnya secara sistematis. Mereka juga menggunakan batu lokal lain seperti kuarsa, flint, dan batu kapur.
Tim juga bereksperimen mereplika alat-alat itu. Hasilnya, serpihan kecil radiolarite sangat efektif memotong daging dan tendon. Bahkan, beberapa alat diproses ulang menjadi scraper atau bor. Hal ini menunjukkan teknologi mereka tidak primitif, tetapi sangat adaptif terhadap lingkungan dan kebutuhan.
Yang mencolok, alat-alat kecil tersebut ternyata bukan tanda teknologi sederhana, melainkan hasil perencanaan cermat. Ukurannya justru membuatnya praktis dan multifungsi. Fleksibilitas dalam memilih bahan dan teknik produksi mencerminkan kecerdikan manusia purba dalam memanfaatkan sumber daya sekitar.
Situs Marathousa 1 dulunya berada di tepi danau purba yang kaya air, bahan mentah, dan hewan buruan. Lokasi ini memungkinkan manusia purba menetap, berburu, dan mengolah hasil buruan secara efisien—satu gambaran langka tentang cara hidup hominin di Eropa selatan pada era Pleistosen Tengah.
Ke depan, tim ingin membandingkan temuan ini dengan situs lain di Eurasia untuk memahami bagaimana pola perilaku serupa berkembang dan seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap evolusi teknologi manusia purba.(aj)