Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Objek Antarbintang A11pl3Z Melintas Dekat Matahari dan Menuju Keluar Sistem Surya

Prisilia Rumengan • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:28 WIB

Ilustrasi Objek antarbintang (credit: M. Kornmesser/ESO)
Ilustrasi Objek antarbintang (credit: M. Kornmesser/ESO)

RADARPAPUA - Sebuah objek antarbintang baru yang dinamai A11pl3Z sedang melaju menuju sistem tata surya dengan kecepatan luar biasa dan akan melintasi area sekitar Matahari dalam beberapa bulan ke depan.

Penemuan ini memicu antusiasme besar di kalangan astronom karena objek semacam ini sangat langka — hanya dua yang pernah teramati sebelumnya dalam sejarah manusia.

A11pl3Z pertama kali terdeteksi antara 25 hingga 29 Juni oleh sistem teleskop otomatis bernama Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) yang berbasis di Hawaii dan Afrika Selatan.

Penemuan ini segera dikonfirmasi oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi milik NASA dan Pusat Planet Kecil dari Uni Astronomi Internasional.

Diperkirakan berdiameter hingga 20 kilometer, A11pl3Z kemungkinan adalah asteroid besar atau komet.

Ia bergerak dengan kecepatan sekitar 245.000 km/jam dan berasal dari luar pengaruh gravitasi Matahari.

Para ilmuwan menyimpulkan ini berdasarkan lintasan dan kecepatannya, meskipun pengamatan lanjutan masih diperlukan untuk memastikannya.

Objek ini kini berjarak sekitar 3,8 kali lebih jauh dari Matahari dibanding Bumi. Pada 3 Oktober mendatang, A11pl3Z diperkirakan akan mendekati Mars sebelum mencapai titik terdekatnya dengan Matahari atau perihelion pada 23 Oktober.

Menariknya, saat itu Bumi akan berada di sisi berlawanan dari Matahari, sehingga A11pl3Z tidak akan menimbulkan ancaman bagi planet kita.

Ini menjadi kali ketiga dalam sejarah, setelah 'Oumuamua pada 2017 dan 2I/Borisov pada 2019, manusia berhasil mendeteksi keberadaan objek antarbintang yang masuk ke sistem surya.

Namun para ilmuwan meyakini bahwa sebenarnya jauh lebih banyak objek sejenis yang pernah melintas tanpa terdeteksi.

Saat ini, berbagai tim astronom sedang bersiap untuk mengamati A11pl3Z menggunakan instrumen tercanggih.

Salah satunya adalah Observatorium Vera C. Rubin, teleskop optik terkuat di dunia, yang dijadwalkan akan beroperasi penuh saat A11pl3Z berada di jarak terdekat.

Selain itu, para peneliti juga mengusulkan untuk menggunakan rover NASA di Mars untuk mengambil gambar objek ini dari dekat.

Avi Loeb, astronom dari Universitas Harvard yang sempat mencuri perhatian karena pendapatnya soal ‘Oumuamua sebagai pesawat alien, kini kembali mengusulkan agar Teleskop Luar Angkasa James Webb digunakan untuk mencari tanda-tanda percepatan non-gravitasi pada A11pl3Z tanda yang mungkin menunjukkan adanya sistem propulsi buatan.

Dengan semakin canggihnya teknologi pengamatan dan meningkatnya kewaspadaan terhadap benda-benda luar angkasa, A11pl3Z bisa memberikan petunjuk penting tentang bagaimana objek dari luar tata surya bisa terbentuk dan bergerak bahkan mungkin, membuka kembali diskusi tentang kemungkinan adanya kehidupan atau teknologi di luar Bumi.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#bintang #objek luar angkasa #Matahari #galaxy #tata surya