Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tengkorak Anak yang Mirip Alien Ternyata Bukti Tradisi Membentuk Kepala

Richard Lawongan • Kamis, 3 Juli 2025 | 20:44 WIB

Tengkorak seorang anak yang meninggal pada abad ke-15 atau ke-16 ditemukan oleh para pekerja yang sedang menggali pipa di barat laut Argentina.
Tengkorak seorang anak yang meninggal pada abad ke-15 atau ke-16 ditemukan oleh para pekerja yang sedang menggali pipa di barat laut Argentina.

RADARPAPUA -
Para pekerja sedang memasang pipa air di Argentina bulan lalu, tiba-tiba mereka menemukan tengkorak seorang anak yang sudah dikubur sekitar 700 tahun lalu. Bentuk tengkorak itu aneh, miring dan pipih di bagian belakang, sehingga banyak orang bilang mirip kepala alien.

Tapi menurut Cristian Sebastián Melián, ahli antropologi di Catamarca, Argentina, itu bukan karena hal aneh. Tengkorak itu terbentuk begitu karena pada zaman dulu, orang-orang punya kebiasaan khusus untuk membentuk kepala bayi agar punya bentuk tertentu. Ini disebut pembentukan kepala budaya.

Tengkorak ini ditemukan pada 27 Mei di kota San Fernando del Valle de Catamarca, Argentina. Saat para arkeolog menggali tempat itu, mereka juga menemukan tulang lama dan sisa-sisa gerabah dari masa Kekaisaran Inca sekitar tahun 1430-1530.

Tengkorak anak ini ditemukan beberapa meter dari benda-benda itu. Anak itu dikubur dengan posisi seperti janin (meringkuk). Umurnya diperkirakan 3-4 tahun. Walau tidak ditemukan luka, para ahli melihat jelas bentuk kepalanya memang sengaja dibentuk agar pipih miring, disebut oblique tabular.

Tradisi membentuk kepala ini sudah dilakukan ribuan tahun lalu di banyak tempat di dunia. Ada yang membungkus kepala bayi dengan kain supaya memanjang, atau memberi bantalan di depan atau belakang supaya pipih. Sekarang, di zaman modern, ada juga helm khusus untuk membantu bentuk kepala bayi lebih bulat, tapi itu untuk alasan medis.

Para ahli bilang kebiasaan ini dulu biasanya untuk menunjukkan identitas kelompok atau budaya tertentu. Tidak ada bukti kalau ini berbahaya untuk kesehatan anak.

Melián juga bilang, di museum mereka ada lebih dari 100 tengkorak kuno, dan sekitar 90% tengkorak itu memang sengaja dibentuk, sama seperti tengkorak anak yang baru ditemukan ini. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Tengkorak Anak #alien #tradisi