RADARPAPUA - Tahukah kamu kalau di Gurun Sahara Mesir ada tempat bernama Whale Valley atau Lembah Paus? Di sana banyak sekali ditemukan tulang belulang paus kuno, bahkan beberapa masih punya kaki dan jari kaki!
Menurut para ahli, tulang-tulang ini berasal dari zaman Eosen akhir, sekitar 56 juta sampai 34 juta tahun lalu, saat daerah Mesir sekarang masih ada di bawah laut yang disebut Laut Tethys. Pada masa itu, paus baru saja berubah dari hewan darat menjadi hewan laut.
UNESCO (organisasi dunia yang menjaga warisan budaya dan alam) bilang, fosil-fosil ini adalah bukti penting tentang bagaimana paus berevolusi dari hewan darat berkaki menjadi mamalia laut.
Sejak awal abad ke-20, para ahli sudah menemukan lebih dari 400 kerangka paus kuno di Lembah Paus. Penemuan pertama pada tahun 1902 adalah spesies paus besar bernama Basilosaurus isis, panjangnya bisa sampai 18 meter. Paus ini kemungkinan makan paus yang lebih kecil dengan cara menghancurkan kepala mereka.
Tahun 1989, peneliti dari Amerika dan Mesir menemukan hal yang luar biasa: kerangka Basilosaurus isis yang masih punya kaki, lengkap dengan jari-jari kaki. Ini menunjukkan bahwa dulu paus benar-benar berjalan di darat sebelum akhirnya hidup sepenuhnya di air.
Walau paus zaman sekarang tidak lagi punya kaki, mereka masih menyimpan tulang pinggul kecil yang menjadi tanda kalau nenek moyang mereka dulu berjalan di darat.
Tahun 2005, ditemukan kerangka Basilosaurus isis yang hampir utuh. Karena itu, UNESCO menetapkan Lembah Paus sebagai Situs Warisan Dunia. Selain fosil paus, di sana juga ditemukan tulang penyu, ikan, hiu, buaya, sapi laut, dan kerang kuno.
Iklim Gurun Sahara yang kering membantu fosil-fosil ini tetap terjaga hingga sekarang. Sekarang, Lembah Paus dijadikan semacam museum terbuka, ada pusat informasi dan jalur untuk wisatawan. Tapi tempat ini tetap dijaga ketat agar fosilnya tidak rusak. Para ilmuwan juga masih terus menggali dan menemukan fosil baru untuk mempelajari sejarah bumi kita. (*)
Editor : Richard Lawongan