RADARPAPUA - Di Australia, seekor ular bernama Cyclone memecahkan rekor dunia karena mengeluarkan racun paling banyak dalam sekali gigit. Ular ini adalah jenis taipan pantai, salah satu ular paling berbisa di dunia. Dengan satu gigitan, Cyclone mengeluarkan 5,2 gram racun. Jumlah ini cukup untuk membunuh 400 orang!
Cyclone tinggal di Australian Reptile Park, sekitar 50 kilometer dari Sydney. Menurut pengelola taman itu, Cyclone adalah ular yang sangat berbahaya dan sifatnya sulit ditebak. Sebelum Cyclone, rekor racun terbanyak dipegang oleh ular lain bernama Whiplash.
Ular taipan pantai biasanya hidup di daerah pantai Australia bagian utara dan timur. Panjangnya bisa sampai 2 meter. Walaupun bukan ular paling berbisa di dunia, ular ini terkenal galak dan setiap tahun selalu ada orang yang meninggal karena gigitannya.
Di taman reptil itu, para penjaga rutin “memerah” bisa ular untuk membuat obat penawar racun (antivenom). Proses ini cukup berbahaya. Penjaga harus memegang ular lalu membuat ular menggigit plastik di atas gelas supaya racunnya keluar. Setelah itu racun akan dibekukan dan dikirim ke pabrik untuk dijadikan obat.
Racun yang dihasilkan Cyclone ini nantinya akan membantu menyelamatkan nyawa orang yang tergigit ular. Di Australia sendiri, setiap tahun ada sekitar 3.000 kasus gigitan ular. Sekitar 500 orang harus dirawat di rumah sakit, dan rata-rata 2 orang meninggal setiap tahun karena digigit ular. (*)