Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Megalitikum Tertua di Eropa: Situs Carnac di Prancis Dipastikan Berusia Lebih dari 6.000 Tahun

Prisilia Rumengan • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:47 WIB

Audrey Blanchard dari Archeodonum dan Jean Noel Guyodo dari Universitas Nantes selama penggalian Le Plasker.
Audrey Blanchard dari Archeodonum dan Jean Noel Guyodo dari Universitas Nantes selama penggalian Le Plasker.

RADARPAPUA - Sebuah tim arkeolog internasional mengungkap bahwa susunan batu megalitikum di kawasan Carnac, Bretagne, Prancis, merupakan salah satu yang tertua di Eropa. Temuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Gothenburg, perusahaan penggalian Prancis Archeodunum, dan Universitas Nantes dalam proyek riset NEOSEA yang didanai oleh ERC.

Lebih dari 3.000 batu tegak membentang sejauh 10 km dari Carnac hingga Erdeven di Teluk Morbihan, membentuk salah satu konsentrasi megalitikum terbesar di benua ini. Bagian yang baru ditemukan, Le Plasker di Plouharnel, berhasil digali menjelang pembangunan kawasan bisnis.

“Dengan hampir 50 penanggalan radiokarbon dan pemodelan statistik Bayesian, kami berhasil merekonstruksi sejarah situs ini dengan presisi kronologis yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Bettina Schulz Paulsson, pemimpin proyek NEOSEA dari Universitas Gothenburg.

Analisis menunjukkan bahwa batu-batu tersebut didirikan antara tahun 4600 dan 4300 SM. Meski batunya telah hilang, lubang fondasinya masih tampak, berjejer sejajar dengan perapian, menunjukkan kemungkinan hubungan antara pembangunan struktur batu dan aktivitas ritual atau komunal yang melibatkan api.

Selain itu, tim juga menemukan makam monumental yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 4700 SM, tepat di atas bekas pondasi pondok pemburu-pengumpul dari zaman Mesolitikum.

Kondisi tanah yang asam di Morbihan sebelumnya menyulitkan penanggalan karena jarangnya bahan organik yang terawetkan. Namun, dengan kumpulan data besar dan teknik Bayesian modelling, keterbatasan tersebut berhasil diatasi.

Penelitian ini dipublikasikan secara terbuka di jurnal Antiquity dengan judul “Le Plasker in Plouharnel (fifth millennium cal BC): a newly discovered section of the megalithic complex of Carnac”.(aj)

 
Editor : Prisilia Rumengan
#Prancis #batu #arkeologi #sejarah #megalitikum