Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Membangkitkan Keajaiban Dunia: Blok Raksasa Mercusuar Alexandria Diangkat dari Laut

Prisilia Rumengan • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:53 WIB

Blok batu dari mercusuar, Alexandria, Mesir
Blok batu dari mercusuar, Alexandria, Mesir

RADARPAPUA - Tiga puluh tahun setelah reruntuhan Mercusuar Alexandria ditemukan di dasar laut oleh arkeolog Jean-Yves Empereur, tim internasional kini kembali mencatat tonggak penting. Di bawah arahan ilmiah arkeolog sekaligus arsitek Isabelle Hairy dari CNRS (Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis), sebanyak 22 batu terbesar dari struktur mercusuar legendaris itu telah berhasil diangkat ke permukaan.

Blok-blok ini mencakup ambang pintu monumental, kusen raksasa seberat 70–80 ton, dan bagian dari bangunan tak dikenal sebelumnya: sebuah pylon dengan pintu bergaya Mesir dari era Helenistik. Semua elemen ini akan dipindai dan dianalisis menggunakan teknik fotogrametri, lalu disusun secara virtual seperti teka-teki arkeologi oleh insinyur dari La Fondation Dassault Systèmes.

“Dengan simulasi ilmiah dan dunia virtual, kami akan merekonstruksi ‘digital twin’ dari mercusuar ini,” jelas Hairy. Hasilnya, pengunjung nantinya dapat menjelajahi struktur bersejarah ini secara digital seolah berada di tempat aslinya.

Proyek ambisius ini bernama PHAROS—merujuk pada nama asli mercusuar tersebut—dan dijalankan oleh Centre d'Études Alexandrines (CEAlex) di bawah otoritas Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, serta didukung penuh oleh La Fondation Dassault Systèmes selama tiga tahun terakhir.

Selain kerja lapangan, tim juga meneliti catatan sejarah, deskripsi, dan representasi visual kuno dari abad ke-4 SM hingga kehancuran mercusuar pada abad ke-15 M. Data ini sangat penting, mengingat struktur fisik yang tersisa sangat terbatas karena batu-batunya telah lama digunakan ulang untuk bangunan lain—termasuk benteng Qaitbay yang kini berdiri di lokasi yang sama.

Dibangun pada awal abad ke-3 SM oleh Ptolemeus I, Mercusuar Alexandria berdiri setinggi 100 meter dan menjadi simbol kejayaan kota pelabuhan Mesir itu. Fungsinya sebagai penuntun kapal dan kemegahan arsitekturnya membuatnya dianggap sebagai pencakar langit pertama umat manusia, sekaligus lambang kemajuan ilmu pengetahuan dan seni di era Helenistik.

Seluruh proses pengangkatan batu monumental ini difilmkan oleh GEDEON Programmes untuk sebuah dokumenter berdurasi 90 menit. Film ini akan ditayangkan pada 2025 di France Télévisions dan berbagai jaringan internasional, menghidupkan kembali kisah dari salah satu Keajaiban Dunia Kuno yang paling mengagumkan.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#mercusuar #keajaiban #bawah laut #arkeologi